11 Fakta Tentang Donor ASI Yang Wajib Diketahu Muslim

August 2, 2016

Setiap ibu akan berusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan ASI bayinya dengan cara melakukan apapun. Dalam beberapa tahun belakangan ini muncul sebuah fenomena ASI perah, ASI yang dapat distock dan disimpan. Ibu yang memiliki aktivitas dapat tenang meninggalkan bayinya di rumah, dengan tetap memperoleh ASI eksklusif. Ada juga fenomea donor ASI. Ibu yang mengalami kesulitasn menyusui dapat meminta pertolongan donor ASI dari ibu lain yang kelebihan stok. Akan tetapi, harus diakui masih banyak yang meragukan dan belum mengerti tentan apa dan bagaimana praktik donor ASI itu. Di bawah ini adalah 11 fakta ASI dari sudut pandang konselor, ahli agama dan dokter yang anda perlu ketahui.

1/ Donor ASI sebaiknya tanpa memungut biaya. Jikalau memerlukan biaya, hanya untuk sekedar mengganti botol ataupun kurir, tidak boleh ada komersialisasi pada donor ASI, bagi mereka yang butuh akan mengisi form lewat komunitas ASI atau AIMI dan juga termasuk kolom criteria pendonor yang ia cari.

 Fakta Tentang Donor ASI

2/ Donor ASI sebaiknya bukan merupakan solusi permanen, hal ini hanya bersifat tindakan sementara karena ada kendala dan tantangan menyusui. Pemberian donor ASI perlu didampingi seorang konselor agar bisa sama-sama mencari jalan keluar terhadap tantangan menyusui. Harapannya kedepan ibu tidak mencari donor lagi karena bisa menyusui sendiri. Diutamakan bagi yang sifatnya darurat seperti bayi sakit, dirawat di UGD, ASI ibunya drop karena stress, ibu meninggal, bayi sakit, ibu dalam proses relaktasi.

Baca Juga  Ketahui Sejuta Manfaat Jahe Alami Bagi Kesehatan

3/ Bayi berusia di atas 6 bulan, masih bisa mendapat donor ASI. Namun, prioritasnya adalah bayi di bawah usia 6 bulan, karena mereka masih pada masa ASI eksklusif. Di atas 6 bulan, sudah mendapat makanan tambahan. Jika dirasa ASI-nya kurang atau tidak mencukupi jumlahnya, kebutuhan nutrisi bayi dapat dipenuhi dari makanan tambahan.

4/ Alasan medis menggunakan pengganti ASI dari WHO dan UNICEF.

Indikasi pada bayi yang memerlukan suplementasi:

  • Bayi dengan berat lahir yang sangat rendah, usia kehamilan kurang dari 32 minggu.
  • Bayi memiliki resiko hipoglikemia karena adanya gangguan adaptasi metabolis atau peningkatan kebutuhan glukosa.
  • Bayi kehilangan cairan akut (seperti karena fototerapi untuk jaundice ataupun bayi kuning), dan menyusui atau memerah ASI masih tetap belum dapat mengimbangi kebutuhan cairan.
  • Turunnya berat bayi antara 7% – 10% setelah hari ke-3 sampai hari ke-5 karena terlambatnya aasupan laktogenesis II.
  • BAB Bayi berupa mekanium pada hari ke-5 pascapersalinan.

Indikasi pada ibu:

  • Ibu dengan HIV+
  • Ibu terkena sakit berat
  • Ibu mendapat sitostatika, radioaktif tertentu seperti lodine 131
  • Ibu pengguna obat-obatan terlarang
  • Ibu yang mengalami kelainan payudara.

5/ Sebagian besar kondisi di atas akan terjadi pada hari awal kelahiran. Dengan mempertimbangkan keuntungan serta resikonya, keputusan menggunakan suplementasi harus didasari penilaian dan evaluasi dari konselor laktasi, dokter atau kebidanan.

6/ ASI adalah yang terbaik bagi bayi, tapi kita tidak dapat menutup mata terhadap kemungkinan ASI terpengaruh oleh penyakit yang diderita atau gaya hidup si pendonor (infeksi HIV, hepatitis B dan juga C, pengguna obat-obtan terlarang, bertato).

Baca Juga  Manfaat Buah Buahan Yang Berguna Untuk Kesehatan Tubuh

7/ Syarat seseorang tidak boleh mendonorkan ASI-nya ASI

  • Menerima donor darah ataupun darah lainnya dalam 12 bulan terakhir.
  • Menerima transplantasi organ/jaringan pada 12 bulan terakhir
  • Minum alkohol secara rutin sebanyak 2 ounces
  • Pengguna vitamin megadosis
  • Perokok
  • Memakai implant silicon
  • Vegetarian total yang tidak memakai suplementasi vitamin B12
  • Penyalahgunaan obat terlarang.

8/ Hal yang perlu dipertimbangkan orang tua bayi yang butuh donor ASI.

  • Kondisi kesehatan ibu pendonor
  • Apakah hasil uji HIV, hepatitis B, HTLV negative
  • Apakah ASI tidak tercemar obat, nikotin dan alkohol
  • Apakah ASI tidak tercampur bahan nutrisi lain
  • Apakah ASI disimpan higienis
  • Apakah tempat penyimpanan sesuai

9/ Hukun donor ASI dalam Islam. Jika mengacu dalam Al-Quran, memang tidak ada istilah donor ASI, hanya saja ASI. Donor ASI merupakan sesuatu baru. Sejak dulu yang dikenal adalah ibu sepersusuan, yang ada aturannya karena akan memengaruhi mahram dalam pernikahan (orang yang haram dinikahi).

10/ Konsekuensi apabila kelak bayi jatuh cinta pada anak dari ibu susunya. Biasanya sebelum menikah KUA akan menanyakan asal muasal kedua mempelai. Apabila ada hubungan saudara sepersusuan maka tidak boleh.

11/ Apakah itu berarti sebaliknya mendapat donor ASI dari ibu yang anaknya berjenis kelamin sama dengan bayi? Belum tentu. Karena bisa saja nanti aka nada kakak dan adiknya kelak.

Tags: ,

Related to: 11 Fakta Tentang Donor ASI Yang Wajib Diketahu Muslim