25 Pasien Positif Menjadi Korban Vaksin Palsu di Rs Elisabeth

August 2, 2016

Korban vaksin palsu satu per satu mulai terdektesi. Penyelidikkan yang terus dilakukan oleh tim satgas dan pihak terkait lainnya menunjukkan hasil yang mengejutkan. Penyebaran vaksin palsu yang sudah diketahui beredar di 37 titik dari 9 sembilan provinsi membuat masyarakat geram. Pemerintah harus memberikan sanksi yang tegas kepada fasilitas layanan kesehatan dan tersangka lainnya yang terlibat dalam peredaran dan penggunaan vaksin palsu.

vaksin palsu

Salah satu rumah sakit di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, yakni Rumah Sakit Elisabeth mulai melakukan pendataan pada sejumlah pasien yang terdeteksu menggunakan vaksin palsu.

“Kami terus melakukan pendataan pada pasien yang penah melakukan vaksinasi dalam rentang waktu antara November 2015 hingga Juni 2016,” ujar Winan yang merupakan salah satu petugas Layanan Konsumen Rs. Elisabeth di Bekasi pada beberapa waktu lalu.

Selama pendataan hingga pukul 08.30, sedikitnya sudah ada 25 pasien yang diidentifikasi menggunakan vaksin palsu dalam rentang waktu tersebut.

(baca juga :  Vaksin Palsu China Akan Bangun Pabrik Vaksin di Indonesia)

Baca Juga  Berikut ini adalah 8 Cara Mengatasi Bibir Pecah dan Kering Dengan Alami

Menurut Winan, bahwa tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memberikan vaksin ulang pada pasien yang teridentifikasi menggunakan vaksin palsu. Melakukan vaksinasi ulang adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban manajemen pada korban.

Selain itu Winan juga membenarkan, bahwa pasokan vaksin palsu yang didapatkan oleh pihaknya diperolah dari distributor CV. Azka Medical terhitung sejak November 2015 sampai Juni 2016.

Kementerian Kesehatan menyampaikan, bahwa CV. Azka Medical adalah distributor vaksin palsu pada beberapa rumah sakit, klinik, dan bidan yang tersebar di Jabodetabek.

Rumah sakit yang berlokasi di Jalan Raya Narogong KM 2, Kecamatan Rawalumbu adalah salah satu rumah sakit swasta yang terindikasi menggunakan dan memasarkan vaksin palsu.

Winan pun melanjutkan, bahwa pihak manajemen sedang melakukan koordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menentukan langkah selanjutnya dalam menyelesaikan kasus vaksin palsu tersebut.

“Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan IDI mengenai sikap yang diambil oleh manejemen terkait dugaan tersebut,” ujarnya.

Lalu Winan juga menambahkan, bahwa pihaknya juga saat ini tidak dapat berkomentar terlalu banyak karena yang memiliki wewenang untuk itu adalah pihak manajemen rumah sakit.

Baca Juga  Waspada Daftar 14 Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu

Dalam hal ini pemerintah diharapkan dapat memberikan sanksi tegas kepada pihak terkait yang merupakan tersangka dalam kasus ini. Karena jika pemerintah tidak memberikan sanksi tegas, dan hanya berupa teguran saja, tidak menutup kemungkinan kasus ini pun dapat terjadi kembali pada lain waktu.

 

Tags:

Related to: 25 Pasien Positif Menjadi Korban Vaksin Palsu di Rs Elisabeth