3 Dari 1000 Warga Di Jogja Terkena Ganguan Jiwa

August 2, 2016

Togyakarta memiliki angka pengidap penyakit skizofrenia yang cukup tinggi. Sehingga menjadi perhatian yang cukup serius bagi Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap penderita penyakit mental kronis tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembayun Setyaningastutie berkata, dari data riset kesehatan dasar (Riskesdeas) pada 2013 lalu, DIY merupakan daerah yang menduduki posisi 2 secara nasional atas penyakit skizofrenia di bawah Provinsi Aceh.

024556200_1469601399-IMG20160727110255

Sekitar dua hingga tiga dari 1000 orang di DIY yang menderita skizofrenia.

“DIY itu terpantau tinggi dikarenakan pendataannya lebih baik. Kemudian akan kita tindaklanjuti kasus ini. Yang dilakukan dengan kegiatan bekerjasama dengan Rumah Sakit Grasia,” kata Pembayun di Yogyakarta, Rabu (27/7/2016).

Upaya yang dilakukan Pemerintah DIY yaitu dengan berbagai cara agar angka pengidap penyakit skizofenia menurun. Salah satu yang dilakukan dengan melakukan sosialisasi, pendampingan serta menggelar kegiatan keluarga bersama masyarakat untuk dapat menurunkan stigma negatif mengenai skizofrenia.

“”Gangguan jiwa bukalah penyakit yang tidak bisa sembuh. Dapat disembuhkan, tapi memerlukan kerjasama banyak pihak. Diperlukan adanya penghilangan stigma negatif kepada pengidap skizofrenia,” ucap dia.

Baca Juga  Instruksi Dari Pihak Menkes Jika Menemukan Vaksin Palsu (Lagi)

Dia juga mengaku telah berusaha menghilangkan budaya pemasungan yang selalu identik dilakukan bagi pengidap skizofrenia. Menurut data yang didapat setidaknya ada 90 kasus pemasungan di wilayahnya. Namun sekitar 60 kasus telah dapat dilepaskan yang kebanyakan berada di daerah Kulonprogo dan Gunung Kidul.

“Masih sepertiganya. Kendalanya justru pada keluarga. Banyak keluarga yang tidak berkenan. Karena hal itu perlu adanya edukasi kepada masyarakat. Pasung tidak diambil karena keluarga tidak siap,” tutur Pembayun.

Dia pun menjelaskan, banyak sekali faktor penyebab orang terkena skizofrenia. Kebanyakan dikarenakan memiliki masalah yang amat berat, akan tetapi tidak memiliki teman yang dapat diajak curhat sehingga menanggung masalah yang dihadapinya seorang diri.

“Ini masalah yang mendasar ya, psikis ya. Karena tidak memiliki teman untuk dapat bercerita dalam penyelesaian masalah yang dideritanya,” ucap Pembayun,

Pemda akan terus berupaya dalam menurunkan angka penderita skizofrenia atau bahkan menghilangkannya dari Yogyakarta.

Related to: 3 Dari 1000 Warga Di Jogja Terkena Ganguan Jiwa