3 Dari 5 Pasien Meninggal Karena Fasilitas Di Rumah Sakit Dianggap Kurang Memadai

August 2, 2016

Angka yang cukup mencengangkan tengah mencuat di dunia kesehatan Indonesia. Menurut data survey, 60% pasien di Indonesia meninggal akibat salah pendeteksian dini. Hal ini diakibatkan oleh minimnya fasilitas kesehatan yang ada di Rumah Sakit tipe C dan D, selain itu Puskesmas juga memiliki fasilitas kesehatan yang bisa dibilang di bawah standar kebutuhan masyarakat sehingga kurang dapat diandalkan dalam memberikan pelayanan pada masyarakat Indonesia. Kondisi ini akhirnya memicu masyarakat untuk menjadi semakin tak percaya dengan pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit tipe C dan D. Pihak pemerintah haruslah memberikan perhatian lebih pada Rumah Sakit tipe C dan D agar bisa kembali mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Fasilitas rumah sakit kurang

Ruang di rumah sakit Penuh pasien terlantar

Rumah Sakit tipe C adalah rumah sakit yang dapat memberikan pelayanan kesehatan atau kedokteran spesialis secara terbatas. Rumah sakit ini banyak didirakan di berbagai daerah seperti di tiap ibukota kabupaten yang biasanya digunakan untuk menampung pasien rujukan dari puskesmas. Rumah sakit tipe ini biasa disebut sebagai Regency Hospital. Sedangkan Rumah Sakit tipe D adalah rumah sakit kecil di berbagai daerah yang biasanya hanya bisa memberikan pelayanan kesehatan berupa dokter umum dan dokter gigi saja. Rumah sakit jenis ini biasanya juga menampung rujukan-rujukan dari puskesmas. Karena fasilitas pelayanan kesehatannya yang kurang lengkap maka banyak masyarakat yang enggan untuk memeriksakan diri di rumah sakit tipe ini.

Baca Juga  Cara Operasi Untuk Memancungkan Hidung, Beginilah Yang Benarnya

Country Manager GE Healthcare Indonesia, Haris Izmee, mengungkapkan bahwa kini ada sekitar 2000 Rumah Sakit Umum dan 544 Rumah Sakit Spesialis yang siap melayani 240 juta penduduk Indonesia yang tersebar di berbagai lokasi. Sedangkan Rumah Sakit tipe C dan D di Indonesia jumlahnya sekitar 1500 unit. Rumah sakit ini biasanya tak didukung dengan peralatan medis dan juga tenaga medis yang memadai sehingga banyak orang yang enggan untuk memeriksakan diri di rumah sakit ini. Pemerintah dituntut untuk memberikan perhatian lebih pada rumah sakit di berbagai daerah pinggiran ini agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan mereka lebih baik lagi.

Masyarakat Indonesia saat ini lebih memilih untuk memeriksakan diri di berbagai Rumah Sakit tipe A dan B karena dianggap lebih memiliki peralatan kesehatan yang memadai. Hal ini cukup miris, mengingat jumlah Rumah Sakit tipe C dan D yang tak bisa dibilang sedikit. Hal ini membuat pihak GE Healthcare akhirnya memutuskan untuk ikut membantu meningkatkan pelayanan kesehatan di berbagai Rumah Sakit tipe C dan D. Pihak GE Healthcare sudah siap menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk membantu meningkatkan fasilitas kesehatan di RS tipe C dan D. Investasi yang digelontorkan oleh GE Healthcare ini ditujukan untuk menghadirkan ratusan inovasi baru dalam bidang peralatan kesehatan di berbagai RS di daerah-daerah.

Baca Juga  Cara Menghilangkan Karang Gigi Hitam Akibat Sering Ngopi dan Ngrokok

Selain membantu menghadirkan berbagai peralatan kesehatan di Rumah Sakit tipe C dan D, GE Healthcare juga turut andil dalam memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat Indonesia agar mau memeriksakan diri di RS di daerah mereka. GE Healthcare juga turut memberikan edukasi dan pengarahan pada tenaga medis agar bisa memberikan pelayanan lebih baik lagi kepada masyarakat Indonesia. Pada waktu yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan membantu meningkatkan pelayanan di berbagai Rumah Sakit. Fokusnya tak hanya pada RS tipe A dan B saja, namun juga termasuk RS tipe C dan D agar bisa memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Related to: 3 Dari 5 Pasien Meninggal Karena Fasilitas Di Rumah Sakit Dianggap Kurang Memadai