8 Penyebab Diare Pada Bayi Orang Tua Wajib Mengetahuinya

August 22, 2016

Berdasarkan laporan dari hasil Riskesde (Riset Kesehetan Dasar) yang dilakulan Kemenkes pada tahun 2007, menunjukkan bahwa sebanyak 31,4% penyebab kematian pada bayi karena diare, dan pada balita sebanyak 25,2%. Dan ini menegaskan, bahwa diare adalah penyebab utama kematian bayi juga pada balita dengan rentang usia 1 bulan hingga usia di bawah tahun di Indonesia.

Karena diare dapat membuat anak-anak mengalmi masalah dehidrasi tingkat tinggi sehingga menyebabkan kematian. Dan yang parahnya, keadaan kondisi dehidrasi yang berat terkadang orangtua tidak mengetahuinya. Kabanyakan para orangtua baru mengetahuinya setalah anak dalam keadaan yang sudah kritis.

Apa Penyebab Terjadinya Diare?

Penyebab Diare

Penyebab diare pada bayi

Bayi yang mengalami infeksi dan keracunan makanan adalah salah satu contoh menyebabkan terjadianya diare pada bayo atau balita. Beberapa penyebab lainnya diare pada bayi adalah sebagai berikut :

Infeksi Virus dan Bakteri

Rotovirus, astrovirus, calicivirus, adenovirus, dan influenza adalah virus-virus yang dapat menyebabkan terjadinya diare. Bahkan virus-virus tersebut juga dapat menimbulkan dampak lainnya seperti sakit perut, muntah, menggigil, dan demam.

Jenis bakteri seperti stphylococcus, salmonella, campylobacter, shigella, atau E. coli adalah bakteri-bakteri yang berkontribusi dalam menyebabkan terjadinya diare pada bayi. Jika bayi Anda mengalami infeksi bakteri, maka akan timbul beberapa gejala yaitu diare yang parah, tinja yang disertai darah, juga demam. Kemungkinan bayi juga akan mengalami muntah.

Bakteri E. coli adalah jenis bakteri yang sangat beresiko pada kesehetan bayo. Jenis bakteri ini terdapat di dalam daging matang juga beberapa sumber makanan lainnya.  Bekteri E. coli inilah yang menyebabkan bayi Anda mengalami gejala yang serius sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Infeksi Pada Telinga

Bakteri atau virus juga bisa menyebabkan infeksi pada telinga. Jika Anda ingin mengetahui masalah ini, coba Anda perhatikan bayi Anda, apakah bayi Anda rewel dan terus menarik-narik atau memegang telinganya. Untuk salah satu penyebab diare ini, Anda bisa langsung dan segera menemui dokter. Masalah ini jangan dibiarkan terlalu lama, karena akan menyebabkan terjadinya infeksi pada telinga dan dapat mempengaruhi nafsu makan pada bayi, sehingga membuat bayi muntah.

Infeksi Parasit

Tidak hanya bakteri dan virus saja, parasit juga dapat menyebabkan bayi terkena diare. Salah satu contohnya adalah parasit yang bernama mikroskopis yang terdapat di dalam usus sehingga mengakibatkan giardiasis. Gejalanya adalah perut kembung serta bergas, diare, dan tinja tampak terlihat berminyak.

Antibiotik

Biasanya pada saat anak menjalani proses pemulihan dari suatu penyakit diberikan antibiotik. Tapi ada hal yang harus Anda ketahui, bahwa antibiotik terdapat efek samping yang akan membunuh bakteri baik yang hidup di dalam pencernaan. Oleh sebab itu terjadilah diare. Untuk mengatasi diare pada bayi karena efek dari antibiotik, segera temui dokter dan tanyakanlah solusi alternatif untuk mengatasinya.

Minum Jus Terlalu Banyak

Selain itu, memberikan bayi minuman yang manis atau jus buah yang memiliki kandungan sorbitol dan tinggi fruktosa dapat mengganggu perut bayi sehingga berujung pada diare dan mencret. Bila memang Anda yakin yang menyebabkan diare adalah hal ini, maka hentikanlah pemberian jus pada anak yang biasa Anda berikan dalam seminggu atau lebih.

American Academy of Pediatrics (AAP) memberikan rekomendasi kepada para orangtua untuk tidak memberikan jus buah kepada bayi sebelum bayi berusia minimal 6 bulan. Jika sudah melewati usia 6 bulan, sebaiknya jangan memberikan anak lebih dari 4 ons dalam sehari.

Alergi Makanan

Selain itu, alergi juga dapat disebabkan karena alergi makanan tertentu seperti kacang, telur, gandum, kedelai, kerang, dan ikan. Kemungkinan gejala yang timbul adalah perut kembung, sakit perut, diare, dan tinja yang disertai dengan keluarnya darah. Sedangkan dalam kasus yang lebih parah, alergi makana juga akan menyebabkan terjadinya gatal-gatal, kesulitan bernapas, ruam, dan juga bengkak.

Bagi ibu yang masih dalam masa laktasi, sebaikanya jangan mengkonsumsi jenis makanan tersebut karena ASI yang akan dihasilkan dapat memicu terjadinya alergi pada bayi. Apabila masalah ini terjadi pada bayi Anda, segera datang ke dokter.

Intoleransi Makanan

Intoleransi makanan berbeda dengan alergi makanan. Intoleransi makanan yaitu bentuk sensitivitas perut pada makanan yang menghasilkan reaksi abnormal dan tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Salah satu contohnya yaitu intoleransi pada makanan yang memiliki kandungan laktosa atau biasa disebut intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa sendiri sangat jarang terjadi pada bayi. Tetapi apabila ternyata anak Anda memiliki intoleran laktosa, kemungkinan di dalam tubuh bayi tersebut tidak memiliki cukup enzim laktase yang dibutuhkan untuk dapat mencerna laktosa, gula yang ada di dalam susu dan olahan produk susu lainnya. Jika usus tidak mencerna laktosa, maka akan timbul gejala seperti diare, perut kembung serta bergas, dan kram pada perut.

Keracunan

Keracunan pada anak bisa terjadi saat ia menelan atau menjilat atau mengemut sesuatu yang bukan makanan seperti bahan kimia, tanaman, dan obat tertentu tanpa diketahui oleh orangtua sehingga menyebabkan terjadinya diare.

Jika Anda mengalami kecolongan, segera bawa anak ke rumah sakit terdekat untuk menghindari terjadinya hal buruk. Gejal keracunan yang lainnya pada bayi adalah kejang-kejang, kelelahan, serta kesulitan dalam bernapas.

Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterShare on LinkedIn0Pin on Pinterest0
Tags: ,

Related to: 8 Penyebab Diare Pada Bayi Orang Tua Wajib Mengetahuinya