Bahaya Mematikan Bisul Kombinasi Diabetes

August 8, 2016

Memiliki bisul di tubuh tentu membuat Anda merasa tidak nyaman, terdengar menggelikan atau menjijikan. Tentu benjolan yang berisi cairan kotor tersebut tidak bisa disepelekan atau dianggap remeh, apalagi jika orang tersebut adalah penderita diabetes melitus. Jika tidak mendapatkan penanganan serius, penyakit yang terdengar biasa saja dan ringan itu justru akan berdampak fatal, bahkan dapat berujung kematian.

Bahaya bisul

Kejadian yang menimpa Husni Kamil Manik Ketua Komisi Pemilihan Umum dapat menjadi contoh. Muhammad Arfanuddin Manik, Kakak dari Husni Kamil Manik mengatakan, bahwa Husni meninggal karena mengalami peradangan yang melebar lalu menjadi infeksi. Peradangan tersebut awalnya dari bisul. Selain itu, Husni juga memiliki riwayat penyakit diabetes.

Walaupun tim dokter yang menangani Husni di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta tidak dapat memberitahu penyebab pasti kematian Husni karena alasan privasi pasien, namun dua kondisi tersebut yaitu bisul dan diabetes memang dapat merenggut nyawa seseorang. Hal itu disampaikan oleh Ari Fahrial Syam, yang merupakan dokter dari Divisi Gastroenterologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.

“Jangan anggap sederhana bisul atau luka yang terjadi pada pasien diabetes melitus, itu berbahaya. Karena kadar gula darah akan meningkat,” kata Ari.

Apabila bisul membesar dan meluas, lalu menjadi abses atau penumpukan cairan nanah, maka sebaiknya segera dibawa ke dokter bedah untuk mendapatkan penanganan. Dokter akan mengobatinya dengan membersihkan lukanya terlebih dulu, lalu mengeluarkan nanahnya. Maka dengan demikian, infeksi tidak akan terjadi sampai ke aliran darah.

Baca Juga  5 GEJALA KANKER HATI, no 1 nya Banyak Orang Mengabaikan

Akan tetapi jika bisul dibiarkan, akan berlanjut menjadi abses yang akhirnya berujung pada infeksi. “Infeksinya sistemik, lalu bakterinya akan kemana-kemana dan gula darah pun menjadi tidak terkendali dan tidak terkontrol,” tutur Ari melanjutkan. Itulah yang berbahaya pada penderita diabetes. Seperti yang dikatakan Ari, “Terjadi ketoasidosis diabetes”.

Kondisi tersebut adalah komplikasi diabetes yang mematikan karena kurangnya insulin di dalam tubuh. Kondisi ini terjadi saat tubuh mengalami ketidakmampuan dalam mengolah gula darah karena insulin yang tidak cukup. Umumnya hal ini terjadi pada penderita diabetes tipe 1 atau pada orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sebenarnya mengidap penyakit diabetes.

Ketosiadosis itu tentu berbahaya. “Penderita biasanya mengalami sesak. Hal inilah yang mungkin menyebabkan terjadinya infeksi berat serta komplikasi diabetes berat,” ujar Ari menambahkan. Tidak hanya sesak napas saja, ketoasidosis diabetes juga dapat menyebabkan meningkatnya volume urine, kelelahan, sakit perut, haus, muntah, detak jantung menjadi lebih cepat, napas bau, kepala pusing, mudah mengantuk, hingga akhirnya mengalami koma.

Baca Juga  Warga Pekanbaru Ditangkap Polisi Karena Pemalsuan Serum dan Vaksin

Jika tidak mendapatkan perawatan dan tidak segera ditangani, maka akan menyebabkan terjadinya kematian.

Menurut Ari, biasanya pasca lebaran diabetes melitya menglami peningkatan. Hal tersebut berkaitan dengan pola makan serta jenis makanan yang dikonsumsi tiba-tiba berubah. Makanan lebaran tidak hanya bersantan saja, tetapi juga manis-manis serta mengandung telur, keju, dan cokelat. Lalu ditambah lagi dengan jenis minuman bersoda yang tersedia. Dengan demikian kadar gula dalam tubuh menjadi tinggi dan kadar lemak dalam tubuh pun bertambah.

“Semakin hari penderita diabetes melitus pada masyarakat jumlahnya semakin meningkat. Hal ini terjadi karena gaya hidup makan yang manis-manis juga kurang gerak.” tutur Ari menambahkan. Lalu ditambah lagi dengan kondisi buruk lainnya, maka menjadi semakin berbahaya.

 

Related to: Bahaya Mematikan Bisul Kombinasi Diabetes