Bayi di Indonesia 77 Juta Tidak Mendapatkan ASI

August 2, 2016

Menurut data yang didapat badan anak PBB (UNICEF), lebih dari setengah bayi yang baru lahir di seluruh dunia ini tidak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) ketika jam-jam pertama di kehidupan mereka. Sekitar 77 juta anak dari 130 juta bayi yang baru dilahirkan tidak memperoleh Air Susu Ibu (ASI) hal itu membuat mereka rentan akan penyakit dan kematian. Daerah yang paling banyak dan menghawatirkan yaitu terjadi di sub-Sahara di Afrika.

UNICEF telah melakukan kampanye menyerukan pemberian ASI kepada bayi yang baru melahirkan, karena perkiraan 77 juta bayi yang tidak mendapatkan ASI di jam-jam pertama setelah dilahirkan sangatlah mengkhawatirkan. “ASI adlah vaksin pertama bayi, untuk perlindungan yang utama bagi bayi dari sakit dan penyakit,” ucap France Begin, penasehat nutrisi dari UNICEF.

bayi-baru-lahir-_160530112957-149

UNICEF mensosialisasikan bahwa pemberian ASI pada jam-jam pertama sehabis melahirkan adalah upaya pemberian nutrisi sangat penting bagi antibiotik anak. Pemberian ASI adalah kontak kulit pertama antara si bayi dengan ibunya yang bisa melindungi bayi. Dengan menunda pemberian ASI eksklusif antara dua sampai 23 jam setelah dilahirkan bisa meningkatkan resiko kematian pada bayi di bulan pertama hingga 40 persen, serta menunda pemberian ASI sampai lebih dari 24 jam bisa meningkatkan resiko kematian hingga 80 persen.

Baca Juga  Bayi Prematur Dapat Lebih Pintar Apabila Di Beri ASI Selama Sebulan

“Dengan membuat bayi menunggu lama kontak pertama dengan si ibu mereka di luar rahim bisa mengurangi peluang hidup bagi bayi serta dapat membatasi pasokan air susu dan mengurangi peluang pemberian ASI eksklusif,” ucap dia.

Suatu usaha dalam meningkatkan pemberian ASI lebih dini menjadi melambat pada negara-negara Sub-Sahara Afrika yang memiliki tingkat kematian balita rata-rata sangat tinggi. Pemberian ASI eksklusif rata-rata akan naik hingga 60 persen di 2015 dari 51 persen di tahun 2000an di Afrika Timur dan Selatan, dan tidak berubah di Afrika Barat dan Afrika Tengah.

Sedangkan di Asia Selatan mengalami kenaikan hingga 3 kali lipat sejak 2000 namun 21 juta bayi baru lahir setiap tahun tidak memperoleh ASI eksklusif pada jam pertama. Dari hasil riset UNICEF, yang menjadi kendala adalah dokter, perawat, bidan dan keluarga yang membantu persalinan di Afrika Timur, Utara dan Asia Selatan kurang mendorong dalam upaya tersebut.

Di beberapa negara, UNICEF menjelaskan ada kebiasaan memberikan minum susu sapi dan susu formula atau seperti air gula pada tiga hari pertama. Jika seluruh bayi yang baru lahir hanya diberi ASI sejak lahir hingga usia enam bulan, maka sekitar 800.000 nyama bisa terselamatkan setiap tahun. Di seluruh dunia terdapat sekitar 43 persen bayi yang memperoleh ASI kurang dari enam bulan. Mereka yang sama sekali tidak mendapatkan ASI sekitar 14 persennya akan meninggal. Data yang diperoleh tersebut disiarkan UNICEF menjelang Pekan Pemberian ASI yang berlangsung pada 1-7 Agustus di 170 negara.

Baca Juga  5 GEJALA KANKER HATI, no 1 nya Banyak Orang Mengabaikan
Tags: ,

Related to: Bayi di Indonesia 77 Juta Tidak Mendapatkan ASI