Begini Cara Sindikat Pemalsu BPJS Beroperasi Di Bandung

August 2, 2016

Warga di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung akhir-akhir ini merasa semakin was- was dengan semakin maraknya pemalsuan sindikat kartu BPJS yang beredar di tengah masyarakat. BPJS palsu ini tak dapat digunakan di semua fasilitas kesehatan yang bertanda BPJS, akhirnya warga meyakini bahwa kartu BPJS yang ada di tangan mereka adalah kartu palsu. Setelah dilakukan penyidikan oleh pihak berwajib, akhirnya komplotan sindikat pemalsu kartu BPJS tersebut berhasil ditangkap.

Salah satu tersangka anggota komplotan pemalsu tersebut adalah Desi Dwiyani. Perempuan berusia 34 tahun ini melakukan aksinya lantaran modus himpitan ekonomi yang tengah membelenggunya. Wanita ini pun sukses menjaring korban-korbannya di berbagai desa di Kabupaten Bandung.

Sindikat BPJS Palsu

Ilustrasi BPJS Palsu

Desi Dwiyani sendiri adalah salah satu aktor penipuan di Desa Arjasari, Kabupaten Bandung. Di desa ini Desi berhasil menjaring sekitar 60 korban. Pihak berwajib menangkap Desi setelah warga Desa Arjasari membuat laporan kepada pihaknya. Warga naik pitam karena kartu BPJS yang mereka buat melalui bantuan Desi tak bisa digunakan di fasilitas kesehatan manapun. Awalnya warga hanya mengira jika terjadi kesalahan di sistem, namun setelah media massa gencar melakukan pemberitaan kasus BPJS palsu warga pun yakin bahwa kartu yang mereka miliki adalah hasil dari pemalsuan.

Baca Juga  Gatal Pada Bayi Berikut ini Cara Mengatasinya

Desi masuk ke dalam sindikat penipuan ini awalnya karena hasutan dari Ana Sumarna. Ana Sumarna sendiri adalah pemilik Rumah Peduli Duafa (RPD) dan juga bos dari Desi. Desi diberi perintah oleh bosnya tersebut untuk menjaring korban di desa-desa bersama satu anak buah lainnya, Ujang Sobari. Kini ketiga aktor penipuan ini telah diamankan oleh pihak berwajib di sel tahanan Mapolres Cimahi karena kasus penipuan dan pemalsuan BPJS.

Ana memerintahkan pada anak buahnya untuk melakukan sosialisasi pada warga terkait adanya program BPJS bersubsidi yang tak lain adalah BPJS palsu buatannya. Tugas Desi adalah melakukan sosialisasi dan juga pendataan warga yang akan ikut program BPJS ini. Antusiasme warga terhadap program BPJS bersubsidi ini ternyata cukup besar.

Desi pertama kali menjalankan aksinya sejak bulan November 2015 silam. Ia gencar mendatangi warga yang berada di Desa Arjasari untuk melakukan sosialiasi. Saat mengawali aksinya ini Desi baru tiga bulan bekerja di RDP. Saat awal bergabung dengan RDP ia hanya bekerja seperti biasa, ia belum diperkenalkan dengan program BPJS bersubsidi (palsu) yang biasa dilakukan oleh lembaga RDP.

Baca Juga  Warga Diminta Untuk Waspada, BPJS Palsu Semakin Banyak Beredar

Lalu pada bulan November ia baru diperkenalkan pada program BPJS bersubsidi yang akhirnya membawa ia menjadi komplotan pemalsu BPJS. Komplotan ini menggunakan label BPJS agar warga semakin yakin bahwa BPJS yang mereka buat asli. Desi bahkan juga mengaku sebagai relawan BPJS.

BPJS palsu ini menarik perhatian para warga lantaran tak dikenakan biaya bulanan, alias bayar sekali untuk selamanya. Warga hanya dikenakan biaya administrasi di awal sebesar Rp 170 ribu dan tak dikenakan iuran bulanan. Modus yang dilakukannya berjalan mulus dan berhasil menjaring hingga 65 KK di Desa Arjasari.

Untuk tiap kartu BPJS yang ia buat, Desi mendapat komisi sebesar Rp 50 ribu. Setelah mendapat data warga yang akan mendaftar, Desi segera menemui Ana untuk melakukan cetak kartu BPJS palsu tersebut. Kemudian warga mendapat kartu BPJS atas nama mereka, namun masalah muncul saat kartu tersebut akan digunakan.

Tags:

Related to: Begini Cara Sindikat Pemalsu BPJS Beroperasi Di Bandung