Berbicara Lebih dari Satu Bahasa Ternyata Bisa Menunda Demensia!

January 31, 2015

Demensia merupakan salah satu gangguan medis serius yang ditakuti oleh hampir semua orang ketika mulai menginjak usia tua. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh World Health Organization (WHO), lebih dari 35,6 juta orang hidup dengan kondisi demensia. Angka ini diduga akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2030 dan tiga kali lebih banyak pada tahun 2050. Angka yang fantastis, bukan?

3. Berbicara Lebih dari Satu Bahasa Ternyata Bisa Menunda Demensia

Demensia yang berarti hilangnya kemampuan mental merupakan sebuah kondisi medis— biasanya bersifat kronis dan progresif— yang disebabkan oleh berbagai gangguan yang mempengaruhi otak dan berdampak pada penurunan kualitas memori, kemampuan berpikir, perilaku dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala umum yang ditimbulkan oleh demensia misalnya tidak bisa mengingat tanggal, nama orang, mengenali wajah orang dan yang paling umum yaitu pikun.

Faktor risiko seseorang terkena demensia meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Mengapa demikian? Fungsi otak pada dasarnya mulai mengalami penurunan ketika seseorang mulai menua. Adakah hal yang bisa membantu memperlambat atau, jika memungkinkan, menghindari demensia?

Penelitian menunjukkan bahwa level pendidikan bisa membantu melawan demensia. Namun, sebuah penelitian lain baru-baru ini menunjukkan bahwa berbicara lebih dari satu bahasa dapat menunda berbagai jenis demensia—demensia frontotemporal, demensia vaskular, demensia Body Lewy dan demensia campuran.

Baca Juga  Inilah Bahaya Yang Terjadi Karena Terlalu Banyak Tidur

Studi yang dilakukan di India ini meneliti efek kemampuan berbahasa dan demensia. Peneliti melakukan riset pada lebih dari 650 orang yang rata-rata berusia 66 tahun. Dua ratus empat puluh dari mereka menderita Alzheimer— bentuk paling umum dari penurunan mental yang juga ditandai oleh demensia.

Didapati bahwa mereka yang berbicara lebih dari satu bahasa mengalami demensia lebih lambat, 4 hingga 4,5 tahun karena pada mereka yang bisa berbicara dua bahasa atau bilingual otaknya sudah terlatih beralih antara suara yang berbeda, kata-kata, konsep, struktur tata bahasa dan norma-norma sosial merupakan suatu bentuk pelatihan otak alami, yang mungkin lebih efektif dari pada program pelatihan otak buatan.

Namun, tidak ada manfaat tambahan dari kemampuan seseorang berbicara lebih dari satu bahasa. Kemampuan ini tidak mampu melawan jenis demensia lainnya seperti demensia Body Lewy yang muncul dengan gejala seperti kemampuan melihat benda-benda atau mengalami hal-hal yang tidak nyata. Selain itu, juga menegaskan bahwa tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan pada tanda pertama demensia.

Mereka yang bisa berbicara lebih dari satu bahasa disarankan untuk melatih kemampuan otak dengan membolak-balik kata-kata dan ekspersi berbeda. Hal ini dipercaya dapat mengasah fungsi eksekutif otak. Fungsi eksekutif merupakan fungsi  otak yang seringkali ditemukan menurun pada orang-orang yang menderita demensia.

Baca Juga  Gejala dan Ciri-Ciri Kanker Lidah

Adakah faktor lain yang mungkin dapat menghindari saya dari demensia?

Cara lain untuk mengurangi risiko demensia, yaitu:

  • Menjaga pola makan sehat
  • Menjaga berat badan yang seimbang
  • Berolahraga secara teratur
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Hentikan kebiasaan merokok (bagi mereka yang merokok)
  • Jaga tekanan darah Anda tetap di kisaran normal

Pedoman pola hidup sehat di atas bisa menjaga kesehatan organ dan otak sehingga kemungkinan Anda untuk mengidap demensia atau pikun menjadi lebih rendah. Seperti menghentikan kebiasaan merokok, misalnya, bisa mecegah penyempitan pembuluh darah di otak dan menghindari risiko penyakit kronis lainnya.

Jadi, selain kemampuan berbahasa, beberapa gaya hidup di atas dapat mengurangi risiko Anda terkena demensia di usia tua. Tidak mau pikun di usia tua? Anda mungkin bisa mulai mengasah kemampuan berbahasa Anda dan menerapkan pola hidup sehat dari sekarang.

Tags: , ,

Related to: Berbicara Lebih dari Satu Bahasa Ternyata Bisa Menunda Demensia!