Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan Yang Wajib Diketahui

August 2, 2016

Setiap orang tentunya pernah mengalami gangguan pencernaan. Gejala dari penyakit gangguan pencernaan itu bermacam-macam, tergantung dari kondisi pencernaan orang tersebut. Gangguan pencernaan adalah salah satu masalah yang dialami oleh satu atau beberapa organ sistem pencernaan yang kerap kali terjadi secara bersamaan. Fungsi sistem pencernaan yaitu untuk menerima dan mencerna atau memecah makanan menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Nutrisi yang telah didapatkan akan disalurkan oleh darah ke seluruh tubuh. Dari sistem pencernaan, bentuk makanan kemudian dapat diolah sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh, seperti contoh misalnya memisahkan bagian makanan yang dapat dicerna atau tidak dapat dicerna.

Gangguan Pencernaan

gangguan pencernaan

Sistem pencernaan diawali dari mulut hingga ke anus, atau untuk lebih tepatnya dimulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, lalu rektum dan berakhir di anus. Selain itu, ada beberapa organ seperti hati, pankreas serta kandung empedu yang juga termasuk ke dalam sistem pencernaan, tapi ketiga organ tersebut letaknya sendiri berada di luar alur sistem pencernaan. Ada 5 gangguan pencernaan yang umumnya sering diderita yaitu penyakit asam lambung, batu empedu, keracunan makanan, usus buntu dan wasir.

 

1. Asam Lambung

Asam lambung merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh keadaan asam lambung yang naik ke kerongkongan. Hal ini disebabkan oleh cincin otot di kerongkongan yang tidak bisa menutup dengan sempurna. Kerongkongan atau esofagus yaitu salah satu saluran yang menghubungkan mulut dengan bagian lambung. Cara kerja dari cincin otot di kerongkongan adalah katup satu arah. Jika Anda menelan makanan, maka bagian katup akan terbuka sehingga membuat makanan dapat masuk ke dalam lambung. Jika makanan sudah masuk, maka dengan otomatis cincin esofagus menjadi tertutup. Hal ini terjadi agar makanan yang sudah dicerna dan asam lambung menjadi tidak naik ke bagian kerongkongan.

Yang menyebabkan terjadinya penyakit asam lambung karena naiknya asam lambung sampai ke bagian kerongkongan. Saat penderita merasakan gejala dari penyakit tersebut, maka penderita akan merasakan beberapa gejala seperti rasa sensasi yang tidak enak di bagian mulut, adanya rasa nyeri pada bagian ulu hati, dan rasa nyeri saat menelan sesuatu. Bagi penderita yang menyukai makanan yang memiliki kadungan kadar lemak tinggi, memiliki berat badan yang berlebih, dan wanita hamil adalah orang-orang yang memiliki resiko untuk menderita penyakit tersebut. Dengan bertanya mengenai gejala-gejala yang dialami oleh penderita, maka akan mempermudah dokter dalam mengenali jika penderita memiliki penyakit asam lambung tersebut. Jika penderita mengalami suatu kondisi yang lebih ekstrim seperti mengalami iritasi usus atau tukak lambung, maka Anda harus melakuka  pemeriksaan lebih lanjut.

2. Keracunan Makanan

Keracunan makanan merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami beberapa gejala, diantaranya mual, merasakan nyeri perut, muntah, diare, demam, kehilangan nafsu makan, lemas serta nyeri otot. Yang menyebabkan seseorang mengalami keracunan adalah karena ia mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh virus norovirus, bakteri E. coli serta salmonella.

Baca Juga  5 Cara Menghilangkan Komedo Inilah Cara Alami Dan Cepat

Jika makanan tidak dimasak dengan baik, maka akan menyebabkan seseorang yang mengkonsumsinya menjadi keracunan makanan. Tidak hanya itu saja, makanan yang tersentuh oleh tangan kotor atau seseorang yang memakan sesuatu dengan menggunakan tangan yang membawa virus serta bakteri, makanan yang telah kadaluwarsa, makanan dengan suhu hangat yang telah tersimpan dalam waktu yang sangat lama, atau bisa juga karena beberapa jenis makanan tersebut tidak dibekukan dengan suhu yang berada di bawah 5 derajat celcius sehingga menyebabkan orang tersebut mengalami keracunan makanan. Selain itu, yang menjadi penyebab keracunan makanan yang lainnya adalah makanan yang dimasak ulang tetapi prosesnya tidak sempurna dan juga karena orang tersebut mengkonsumsi makanan yang telah terkontaminasi dengan makanan yang basi.

Tips untuk mengobati keracunan makanan tidak begitu sulit karena ini bukanlah penyakit yang berat, bahkan dalam waktu beberapa hari penderita sudah bisa sembuh tanpa obat. Caranya yaitu dengan banyak istirahat dan tidak lupa pula banyak mengkonsumsi cairan agar tidak sampai terkena dehidrasi. Selain itu, penggunaan oralit juga bisa dilakukan sebagai obat alternatif untuk penderita. Jenis makanan yang dapat dikonsumsi oleh penderita selama masa pemulihan yaitu makanan ringan seperti biskuit, pisang, atau roti. Jika kondisinya sudah mulai membaik, barulah bisa mengkonsumsi makanan yang seperti biasanya.

Tetapi jika Anda mengalami masalah keracunan yang terbilang parah, seperti gejala keracunan yang tidak kunjung hilang selama berhari-hari dan terus semaki parah seperti mengalami dehidrasi berat, jantung berdetak kencanh, mata menjadi cekung, dan produksi urine yang minim, maka Anda harus segera melakukan konsultasi dengan dokter. Apalagi jika yang mengalami hal tersebut adalah wanita hamil, bayi, balita, penderita yang berusia di atas 60 tahun, penderita yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah, penderita ginjal, dan penderita diabetes. Dari pemeriksaan sampel kotoran, dokter dapat mendiagnosis mengenai kemungkinan adanya keracunan makanan.

3. Penyakit Batu Empedu

Penyakit batu empedu disebabkan karena adanya peradangan pada kantong empedu atau adanya penyumbatan di saluran empedu. Batu yang mengkristal inilah yang menyebabkan terjadinya sumbatan pada saluran empedu dan terbentuk karena kolesterol, serta adanya ketidakseimbangan kimia di kantong empedu. Jika batu empedu tidak mengalami penyumbatan, maka tidak akan ada gejala dan gangguan apapun. Tetapi jika batu empedu sudah tersumbat, maka Anda akan mengalami rasa nyeri perut yang hebat selama satu hingga 5 jam. Tidak hanya itu saja, penyakit batu empedu juga dapat menyebabkan terjadinya peradangan, demam tinggi, bahkan mengalami sakit kuning. Jika keadaannya semakin parah, maka akan membuat pankreas menjadi iritasi dan gejala nyeri pun akan semakin meningkat.

Apabila penyakit batu empedu tidak menimbulkan gejala, maka Anda tidak perlu mengobatinya. Namun jika penyakit tersebut menimbulkan suatu gejala, maka kantong empedu harus segera dioperasi melalui operasi laparoskopi. Pengobatan jenis ini tergolong minim resiko juga tidak menyebabkan komplikasi.

Baca Juga  Hati-Hati Serum Palsu Mulai Beredar beginilah Cara Membedakan Dengan Yang Asli

4. Penyakit Usus Buntu

penyakit usus buntu

Apabila Anda mengalami pembengkakan di usus buntu, itu berarti Anda menderita penyakit usus buntu. Usus buntu terhubung langsung dengan usus besar. Gejala usus buntu yaitu merasakan sakit di bagian tengah perut hingga pada bagian bawah perut sebelah kanan. Dan gejalanya akan menjadi semakin parah jika Anda berjalan, batuk, atau saat menekan area tubuh yang sakit. Selain itu, gejala lainnya yaitu rasa mual, diare, dan hilangnya nafsu makan.

Penyebab gejala penyakit ini belum diketahui secara pasti, tetapi terjadinya penyumbatan usus buntu karena kotoran adalah salah satu penyebab utama, selain itu terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening juga merupakan penyebab usus buntu. Segera periksakan diri Anda ke dokter, karena jika tidak, penyakit usus buntu ini juga dapat berujung pada kematian. Satu-satunya pengobatan yang bisa dilakukan adalah apendiktomi yaitu operasi pengangkatan usus buntu.

5. Wasir

Apabila Anda mengalami masalah pembengkakan pada pembuluh darah di sekitar anus atau di dalam anus, maka Anda menderita penyakit wasir. Penyebab terjadinya penyakit wasir masih belum jelas, tetapi wasir adalah salah satu penyakit yang memiliki kaitan dengan meningkatnya tekanan pembuluh darah. Sedangkan penyebab lainnya adalah karena kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung serat, mengejan yang berlebihan, dan sembelit. Biasanya yang menderita wasir adalah orang yang berusia di atas 45 tahun dan memiliki obesitas. Tidak hanya itu saja, wanita hamil juga memiliki resiko yang cukup tinggi menderita wasir.

Gejala dari wasir adalah adanya benjolan yang menggantung di luar anus, rasa gatal di anus, dan mengalami pendarahan setiap selesai buang air besar. Biasanya pemeriksaan dilakukan melalui pemeriksaan kondisi dubur, dari pemeriksaan tersebutlab dokter dapat mendiagnosis penyakit wasir. Pengobatan untuk wasir yang dapat dilakukan yaitu berupa tablet atau topikal. Jika wasir menjadi semakin parah, maka harus melakukan operasi.
Untuk pengobatan wasir, Anda dapat mencoba tips pengobatan alami yaitu melakukan olahraga yang rutin, menurunkan berat badan, banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung serat, perbanyak minum air putih, dan tidak menahan buang air besar merupakan solusi untuk menghindari penyakit wasir.

Tags: , ,

Related to: Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan Yang Wajib Diketahui