Di Jawa Timur Tidak Ada Laporan BPJS Palsu Warga Harus Waspada

August 4, 2016

Jika beberapa waktu lalu kita dikagetkan oleh laporan penemuan BPJS palsu yang banyak beredar di Provinsi Jawa Barat, hal ini tak berlaku untuk warga Jawa Timur. Di wilayah provinsi paling timur di Pulau Jawa ini belum ditemukan laporan dari warga mengenai BPJS palsu.

Rumah sakit yang ada di berbagai kota di Jawa Timur belum ada yang menemukan tanda-tanda mengenai peredaran kartu BPJS palsu di daerah ini. Biarpun begitu warga Jawa Timur tak boleh lengah dan harus tetap waspada terhadap ancaman peredaran BPJS palsu yang kini marak di tengah masyarakat. Biasanya modus yang digunakan adalah BPJS bersubsidi tanpa iuran bulanan.

BPJS Palsu Di jawa timur

ilustrasi BPJS Palsu

Wakil Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia atau ARSADA, Dr Adi Wirachjanto, mengungkapkan bahwa kartu kevalidan dari kartu BPJS sebenarnya bukanlah urusan dari rumah sakit atau dinas kesehatan. Semua urusan validitas BPJS adalah tugas dari BPJS itu sendiri.

Penilaian mengenai keaslian dari kartu BPJS harusnya dikeluarkann oleh petugas BPJS. Petugas BPJS ini bisa anda temukan di berbagai rumah sakit, tugas mereka adalah melakukan verifikasi atas keaslian dari kartu BPJS yang dipegang oleh warga. Jadi, mengenai asli atau tidaknya kartu BPJS tak bisa untuk dibebankan pada rumah sakit atau dinas kesehatan. Semuanya harus diverifikasi oleh BPJS selaku badan penyelenggara.

Baca Juga  6 Penyebab Bibir Kering dan Pecah Berikut ini adalah Penjelasannya

Menurut Dr Adi selaku Wakil Ketua ARSADA, tugas rumah sakit hanyalah memberikan pelayanan terbaik untuk pasien dan bukan memberikan layanan verifikasi kartu BPJS. Untuk tugas itu adalah tugas utama dari petugas BPJS yang ada di setiap rumah sakit.

Tugas mereka adalah melakukan verifikasi terhadap pemberian obat, pemeriksaan kesehatan dan juga menentukan apakah pasien bisa diklaimkan ke pihak BPJS atau tidak. Jika pemeriksaan yang dilakukan dianggap kurang sesuai maka tidak bisa diklaim kepada pihak BPJS. Ia pun menegaskan bahwa setiap rumah sakit milik pemerintah harus memberikan pelayanan yang sama rata kepada setiap pasien. Semua pasien yang datang ke rumah sakit harus dilayani dengan baik oleh pihak rumah sakit.

Dr Adi juga berkata bahwa sebagai rumah sakit negeri, pasien yang datang tak boleh ditolak. Pasien pemegang kartu BPJS atau pasien umum tetap harus dilayani dengan baik oleh pihak rumah sakit.

Hal ini ia ungkapkan karena menurutnya tugas rumah sakit yang utama adalah bekerja dengan nurani dan juga menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin. Pasien dengan BPJS, tanpa BPJS atau tanpa identitas sekalipun harus dilayani dengan sebaik-baiknya oleh rumah sakit. Barulah setelah pasien sadar dan keadaannya membaik urusan administrasi bisa dibicarakan secara baik-baik dengan pihak keluarga si pasien.

Baca Juga  Pemerikasaan Mahasiswa FK UMI Terkait Meninggalnya Junior Setelah Kegiatan Kampus

Dr Adi yang selama ini bertugas di Rumah Sakit Jiwa Menur mencontohkan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit tempatnya bernaung. Di rumah sakit jiwa biasanya para pasien tak memiliki identitas yang jelas. Namun, para pasien tetap mendapatkan pelayanan yang terbaik dari pihak rumah sakit jiwa.

Barulah setelah pasien sudah membaik dan bisa memberikan identitasnya, pihak rumah sakit akan mencari keberadaan keluarganya untuk menyerahkan pasien kepada keluarga. Jika pasien memang tak memiliki keluarga maka pasien akan diserahkan ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos). Dan jika ternyata keluarganya tak mampu membayar secara kontan, maka uang tagihan tersebut dianggap piutang dan pihak keluarga diwajibkan untuk mencicilnya sesuai kesepakatan.

Tags:

Related to: Di Jawa Timur Tidak Ada Laporan BPJS Palsu Warga Harus Waspada