Fakta Menarik : Anak Usia 10 S/d 2 Tahun Rawan Kekurangan Gizi

August 10, 2016

Kekurangan gizi memang banyak dialami oleh balita karena pada masa rentannya ini diperlukan gizi yang sesuai. Kekurangan gizi tersebut akan menyebabkan banyak masalah dari timbulnya kelainan pada tubuh, pertumbuhan yang tidak maksimal, sampai daya tahan tubuh yang sangat lemah. Maka dari itu sangat penting sekali untuk memberikan gizi yang sesuai untuk masa rentannya tersebut.

Anak Kekurangan gizi

Ilustrasi Anak Kekurangan gizi

Pada pertumbuhan anak memang dipantau lewat kurva yang dicatat secara rutin melalui beberapa pengukuran berat badan dan tingginya. Dr. Dr. Yustina Ani Indrastuti, M. Sc, SpGK yang ditemui saat acara Dokter Kecil Mahir Gizi 2016 mengatakan bahwa perkembangan yang baik akan meningkatnya kurva di Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena pada program pemerintah dan sukarelawan sendiri banyak yang mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya gizi yang cukup.

Kurva yang meningkat tersebut berarti pertumbuhan yang sesuai antara tinggi, berat badan, dan usia dari anak yang terkait tetapi masih sering terlihat landai pada usia 2 sampai 10 tahun. Pada usia tersebut ada banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi untuk kekurangan gizi begitu juga mereka yang sudah selesai diberikan ASI eksklusif masih tetap rawan terkena masalah ini. Pada ASI eksklusif memang diberikan gizi yang memadai tetapi setelah selesai melakukannya biasanya sang ibu tidak begitu memperhatikan tentang pemberian gizi yang sesuai.

Baca Juga  Begini Cara Sindikat Pemalsu BPJS Beroperasi Di Bandung

Maka dari itu orang tua disarankan untuk tetap memberikan gizi yang seimbang kepada anak yang bersangkutan agar pertumbuhannya sesuai dan optimal. Beberapa orang juga diwajibkan menggunakan kurva pada satu minggu sekali atau satu bulan sekali untuk melihat perkembangan dari buah hatinya. Biasanya pada usia balita masih sering mengadakan aktivitas Posyandu dalam tingkatan tertentu, dengan cara ini Anda bisa menimbang berat badan dan tinggi dari anak tersebut. Ada kemudahan yang sudah disediakan seperti menggunakan Kartu Menuju Sehat atau KMS yang bisa didapatkan dari Posyandu terdekat.

Kurangnya tingkat kepedulian orang tua terhadap gizi anaknya akan mempengaruhi banyak hal yang termasuk pada perkembangan dan pertumbuhannya. Gizi yang seimbang bisa didapatkan dari sayur, buah, dan susu sebagai pelengkap gizinya. Pengaturan makanan ini mungkin beberapa orang akan berbeda dalam menyajikannya tetapi tetap saja harus memperhatikan porsi gizi yang sesuai. Dari banyaknya penelitian mengatakan bahwa perkembangan yang paling optimal dalam penyerapan informasi adalah pada usia 5 sampai 10 tahun karena pada tahap ini anak akan meniru dan bisa mulai berpikir sendiri menyelesaikan masalah.

Baca Juga  Ternyata Penyakit Hepatitis Dapat Tertular Dari Ciuman

Selain pengaruh daya tahan tubuh yang melemah juga akan berpengaruh pada tingkat kecerdasannya nanti sehingga akan terlihat anak mana saja yang tercukupi gizinya dengan perilaku yang lebih aktif dan tanggap. Beberapa daerah terpencil di Indonesia memang masih banyak ditemui tentang kekurangan gizi, maka dari itu upaya pemerintah dan badan-badan tertentu akan terus berupaya membangun negeri menjadi yang lebih baik. Pada anak yang tercukupi gizinya akan bisa tumbuh dengan maksimal dari kecerdasan, emosi, dan perhitungan dalam memecahkan masalah.

Beberapa upaya yang sudah dilakukan adalah pembentukan badan yang dibuat secara khusus untuk mengurus tentang masalah kekurangan gizi ini. Bagi Anda yang memiliki balita atau anak berusia di bawah 10 tahun memang harus memperhatikan dari segi kecukupan gizinya agar hal ini tidak menjadi kendala lagi dalam memperoleh pertumbuhan yang layak. Dengan terbentuknya anak-anak yang sehat dan tumbuh maksimal akan menghasilkan generasi yang bisa lebih maju lagi.

 

Tags:

Related to: Fakta Menarik : Anak Usia 10 S/d 2 Tahun Rawan Kekurangan Gizi