Hukuman Dokter Yang Terlibat Pemberian Vaksin Palsu

August 2, 2016

Jika dokter terlibat dalam praktek kasus peredaran vaksin palsu maka akan ditindak tegas dengan diberikan sanksi berupa pencabutan izin praktik serta keanggotaannya dari organisasi kedokteran, hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Ilham Oetama Marsis.

“Jika dokter melanggar disiplin serta etika kedokteran maka akan diadili majelis kode etik kedokteran. Bila dia benar-benar terbukti melanggar disiplin maka akan dikenakan sanksi. Kita ingin semuanya dilakukan secara terbuka dan transparan,” ungkapnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Juli 2016.

ti_57908e6ab1459-ketua-ikatan-dokter-indonesia-ilham-obama-maria-di-mabes-polri_663_382

Dirinya mempersilahkan kepada pihak Kepolisian untuk menindak tegas jika ada dokter yang terindikasi terlibat kasus peredaran vaksin palsu yang terlah membuat heboh kondisi dunia kesehatan Indonesia. Namun demikian, Ikatan Dokter Indonesia akan tetap memberikan pendampingan hukup kepada siapapun anggotanya yang terbukti bersalah, hal itu sebagai bentuk uluran tangan dari organisasi kepada anggotanya.

“Kami wajib memberikan pembelaan terhadap anggota kami, bukan berarti hal itu sebagai upaya perlindungan, kami hanya ingin bersikap secara transparan,” ujarnya.

Baca Juga  Lemak Baik Bisa Memperpanjang Usia dan untuk Kesehatan

Marsis berharap, aparat penegak hukum mampu menangkap actor intelektual di balik kasus kejahatan dunia kesehatan peredaran vaksin palsu tersebut. Hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap kasus sama yang mungkin akan terjadi dan terulang di kemudian hari.

“Tentu saja dalam melakukan sesuatu penyelidikan kita tidak berhenti pada level tertentu saja, harus ada usaha untuk pemberantasan sampai kepada aktor intelektualnya. Namun, kami memohon diberikan perlindungan. Kami berkomitmen akan menjalankan tugas kami dengan sebaik-baiknya.

Sampai saat ini, dari 23 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus pengedaran vaksin palsu ini, 5 diantaranya adalah tenaga medis. Mereka adalah 2 orang bidan dan 3 orang dokter.

Seperti yang telah diberitakan sebelum-sebelumnya di media bahwa kasus peredaran vaksin palsu ini telah meresahkan masyarakat, selain itu banyak anak yang menjadi korban sehingga menimbulkan kecemasan terhadap orang tua si anak. Kebanyakan orang tua merasa cemas akan seperti apa buah hatinya kelak jika benar divaksinasi palsu. Harapan meraka yaitu secepatnya pihak RS mampu memberikan informasi jelas terkait korban vaksinasi palsu.

Baca Juga  Kasus Vaksin Palsu BPOM Perlu Akses Untuk Mengawasi Jaringan Peredaran
Tags:

Related to: Hukuman Dokter Yang Terlibat Pemberian Vaksin Palsu