IDI Menolak Imunisasi Sebelum Adanya Garansi Keamanan Apa Komentar Menkes?

August 2, 2016

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan menolak untuk melakukan imunisasi kepada anak korban vaksin palsu sebelum rasa aman tercapai. IDI menilai perkaran ini akan memojokkan profesi dokter.

Seperti yang diketahui ada 23 tersangka yang memang diantaranya merupakan dokter. Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyebut kasus vaksin palsu adalah tindakan kriminal yang bukan mangatasnamakan profesi.

131944_63322_Menkes_RI___JPNN

“Saya ngga tahu ya, saya tidak bisa jawab kenapa dia merasa tersudutkan. Namun saya kiri jika betul-betul ada dokter yang melakukan perbuatan ini ya kriminal,” ungkap Nila di sela rapat dengan Komisi IX di Gedung DPR, Senayan Jakarta, Senin (18/7/2016)

Pada kasus vaksin palsu ini, Nila menilai bukan hanya dokter saja yang terlibat. Sehingga ini tidak dikaitkan dengan perihal profesi dokter.

“Ini oknumlah. Karena produsen yang disebutkan ada mantan perawat? Itu juga criminal. Jadi jika saya misalnya dokter juga melakukan itu, saya kriminal.  Jadi ngga mau menyalahkan,” ujar Nila.

Expose pada kasus ini juga menurutnya dilakukan sebagai upaya perlindungan bagi masyarakat. Karena pada akhirnya anak yang memperoleh vaksin palsu tidak mendapat kekebalan tubuh yang dapat terserang berbagai virus dan juga sumber penyakit.

Baca Juga  Pasien Korban Vaksin Palsu Di Vaksin Ulang Rumah Sakit Elisabeth

“Kami harus melindungi masyarakat dengan memberikan kekebalan tubuh anakn kembali,” jelasnya.

Perihal dokter-dokter yang tergabung di dalam IDI menolak untuk melakukan imunisasi sampai kasus vaksin palsu selesai, Nila belum dapat berkomentar banyak. Tapi, melayani masyarakat disebutnya adalah hakekat tugas dari seorang dokter.

“Saya belum dengar ya, tapi dokter banyak. Kalau hanya satu dokter yang bilang, dokter lain kan banyak. IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) buktinya dengan kami melakukan kok. Memang tugasnya,” jelas Nila.

Selain itu, Ketua Komisi IX Dede Yusuf juga menilai bahwa dalam kasus vaksin palsu ini profesi tidak disalahkan. Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal anarkis.

“Jadi ada oknum yang kebetulan ada yang berprofesi sebagai dokter, bidan, apoteker. Maka saya menghimbau kepada masyarakat jangan menyalahkan profesi,” imbuh politisi Demokrat itu.

Sebelumnya Ketua IDI Prof Dr Ilham Oetomo Marsis SpOG mengklaim ada grand design untuk berusaha memojokkan kedokteran Indonesia. Dokter disebut merasa terpojok dan IDI menolak melakukan imunisasi sampai kasus ini selesai.

Baca Juga  Pemerikasaan Mahasiswa FK UMI Terkait Meninggalnya Junior Setelah Kegiatan Kampus

“Apabila rasa aman tidak didapatkan, kami tidak dapat melayani imunisasi sampai ini selesai. Saya melihat ada upaya memojokkan kedoteran Indonesia,” ucap Ilham dalam jumpa pers IDI, Senin (18/7).

IDI menuntut supaya pihak berwajib segera mencari actor intelektual di bali masalah ini. Karena dokter hanyalah bagian hilir terkait kasus vaksin palsu dan penyebab utamanya adalah betapa lemahnya pengawasan pihak terkait yang membuat vaksin palsu bisa beredar.

Tags:

Related to: IDI Menolak Imunisasi Sebelum Adanya Garansi Keamanan Apa Komentar Menkes?