Inilah Cara Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Haid

March 2, 2016

Jika ingin memiliki keturunan, maka cara utama yang harus dilakukan oleh wanita adalah dapat mengetahui perkiraan dan menghitung masa kesuburan setelah menstruasi atau haid. Oleh sebab itu, jika Anda ingin memiliki keturunan, maka Anda harus memiliki catatan periode haid atau menstruasi.

Menghitung Masa Subur Wanita

Inilah Cara Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Haid

1. Apa yang dimaksud dengan siklus haid?
Siklus haid merupakan rentang hari dari dari sejak hari pertama terjadi haid atau menstruasi sampai hari pertama haid atau menstruasi lagi pada bulan berikutnya.

Setiap wanita pasti pernah mengalami siklus haid yang maju atau mundur hingga satu minggu. Siklus haid yang normal adalah 21 hingga 35 hari, dan hari ke-1 pada siklus haid merupakan hari pertama saat terjadinya haid atau menstruasi, yang biasa disebut sebagai datang bulan.

2. Kapan dimulainya masa haid atau menstruasi?
Hari pertama dimulainya masa haid adalah ketika dindingg rahim meluruh dan berubah menjadi darah yang keluar dari vagina.

Pada saat sedang haid, di dalam ovariuam maka sel telur akan berkembang. Dan ovarium akan melepaskan sel telur tersebut, saat sel telur telah benar-benar matang. Proses peristiwa ini disebut sebagai ovulasi.

3. Kapan terjadinya ovulasi?
Pada umumnya, ovulasi biasa terjadi pada sekitar 12 sampai 14 hari sebelum datang hari pertama haid. Sebenarnya, tejadinya ovulasi itu tergantung dari siklus haid Anda sendiri.

Misalnya siklus haid Anda pendek, hanya 22 hari saja, maka ovulasi pun dapat terjadi setelah beberapa hari dari masa haid Anda berakhir.

Jadi, setiap wanita memiliki waktu ovulasi yang berbeda pula, tergantung dari siklus haid masing-masing. Oleh karena itu, agar Anda dapat memperkirakan terjadinya waktu ovulasi, maka Anda harus siklus haid terlebih dahulu, karena itu sangat penting.

4. Kapan datangnya masa subur?
Masa subur berada di sekitar waktu ovulasi, kira-kira lima hari sebelum terjadinya ovulasi, itu adalah masa subur. Masa subur wanita pada umumnya terjadi antara 12 sampai 16 hari sebelu memasuki masa haid bullan berikutnya.

Atau dalam arti lain, masa subur pada wanita  rata-rata terjadi antara hari ke-10 sampai hari ke-17 setelah mengalami haid hari pertama dari periode sebelumnya.

Namun, hal tersebut hanya berlaku untuk wanita yang memiliki siklus haid yang teratur, yaitu selama 28 hari. Akan tetapi, jika siklus haid yang Anda miliki berbeda, Anda dapat mencoba untuk mempelajari dan menghitungnya sendiri kapan masa subur Anda.

Pada umumnya, lama masa haid wanita selalu berubah dari waktu ke waktu, biasanya lama masa haid adalah 2 sampai 7 hari, dan ini adalah hal menjadi tantangan. Karena kondisi tersebut dapat membuat terjadinya ovulasi berbeda menjadi satu minggu lebih cepat atau menjadi lebih lambat dari periode haid sebelumnya.

Namun di sisi lain, selain proses terjadinya ovulasi, proses sperma yang menjangkau sel telur pun dapat menentukan terjadinya kehamilan. Dalam waktu 12 hingga 24 jam, sel telur yang telah matang harus segera dibuahi, agar dapat terjadinya kehamilan.

Baca Juga  Cara Mencegah Anemia pada Ibu Hamil

5. Menghitung sendiri siklus haid
Pendeknya waktu sel telur yang harus dibuahi, yakni 12 hingga 24 jam, membuat wanita harus dapat mendeteksi sendiri hari-hari apakah saat berada dalam masa subur, karena itu adalah hal yang penting.

Pada umumnya, perhitungan masa subur berdasarkan dari catatan dan analisis siklus haid setidaknya selama 8 bulan terakhir.

Untuk menghitung perkiraan masa subur, dapat menggunakan rumus di bawah ini :

  • Ketahui siklus terpendek dari haid Anda. Misalnya adalah 27 hari, lalu kurangi ini dengan angka 18, dan hasilnya adalah 9. Angka 9 ini adalah hari pertama Anda berada di posisi yang paling subur.
  • Ketahui siklus terpanjang dari haid Anda. Misalnya siklus terpanjang Anda adalah 30 hari. Lalu, kurangilah angka tersebut dengan angka 11, dan hasilnya adalah 19. Angka tersebut menunjukan posisi Anda yang paling subur di hari terakhir.

Dalam hal ini siklus haid Anda berada pada rata-rata 27-30 hari. Dengan demikian, maka posisi subur Anda berada pada hari ke 9 hingga ke 19. Untuk memperkuat prediksi hari yang paling subur, ada beberapa indikator lain yang dapat Anda gunakan, berikut penjelasannya :

  • Meningkatnya suhu basal tubuh.  Suhu basal tubuh merupakan suhu tubuh saat terbangun di pagi hari. Suhu normal yaitu 35.5° celcius hingga 36.6° celcius. Namun ,jika Anda mengalami kenaikan suhu tubuh sedikit lebih tinggi dari suhu yang normal, ini dapat diartikan, bahwa Anda telah mengalami masa ovulasi dalam waktu 1-2 hari terakhir.
  • Terdapat lendir dari mulut rahim. Biasanya lendir yang keluar dari mulut rahim, mulai dari lendir yang kental, basah, hingga lendir yang semi transparan. Perubahan yang terjadi pada lendir menunjukkan terjadinya perubahan hormon estrogen di dalam tubuh, yang juga merupakan tanda ovulasi akan terjadi. Pada saat cairan sudah berubah warna menjadi berwarna kuning, bening, licin, dan bentuknya elastis seperti putih telur yang mentah, maka Anda sudah berada diposisi yang paling subur. Karena cairan tesebut yang membuat jalannya sprema menjadi lancar dan terlindungi untuk menuju falopi dan bertemu dengan sel telur.
  • Pada perut atau bagian pinggang merasakan nyeri yang ringan hingga berat. Pada saat masa ovulasi, sebagian wanita akan merasakan nyeri tersebut. Rasa sakit tersebut, sebenarnya dapat dijadikan salah satu tanda atau cara untuk membantu mendeteksi masa yang paling subur.
  • Perasaan menjadi lebih bergairah. Sebagian pada wanita akan merasakan perasaan yang lebih bergairah dan juga bersemangat, dan menjadi lebih mudah untuk bersosialisasi saat mengalami masa kesuburan.
Baca Juga  5 Tips Penting untuk Wanita Hamil yang Bekerja

6. Detail siklus haid
Untuk dapat memperjelas apa saja yang telah terjadi pada wanita setelah masa haid, berikut ini adalah detail siklus haid wanita secara umum dari hari ke hari :

  • Hari ke 1 sampai hari ke 5 : Pada saat terjadi menstruasi karena tidak ada pembuahan atau Anda sedang tidak dalam masa kehamilan, Rendahnya kadar progesteron dan estrogen, Suhu tubuh berada di posisi 35.5° celcius hingga 36.6° celcius.
  • Pada hari ke 6 dan ke 7 : Pada hari tersebut, otak memproses atau memproduksi hormon-hormon yang akan merangsang terjadinya pembentukan sel telur.
  • Hari ke 8 (dalam hal ini, dapat menjadi panjang hingga ke hari 12) : Pada dinding rahim kembali menebal, sehingga dapat meningkatkan suplai pembuluh darah, sebagai langkah persiapan untuk menerima sel telur yang akan dibuahi.
  • Pada hari ke 10 : Lendir pada vagina menjadi pekat dan juga lengket.
  • Pada hari ke 12 : Lendir yang keluar dari vagina menjadi lebih bening, licin dan juga elastis, ini menandakan bahwa masa ovulasi telah mendekat. Meskipun masa ovulasi akan terjadi dalam beberapa hari lagi, jika melakukan hubungan seksual pada masa ini akan berujung pada kehamilan, karena sperma dapat bertahan di dalam tubuh wanita selama 2 hingga 5 hari.
  • Pada hari ke 13 : Terjadinya peningkatan estrogen secara drastis, sebelum pada akhirnya kembali menurun.
  • Pada hari ke 14 : Kadar estrogen mulai kembali menurun. Hal ini dapat memicu terjadinya produksi hormon yang lain, sehingga sel telu dilepaskan oleh ovarium. Sel telur akan bertahan hidup selama 12 hingga 24 jam.
  • Pada hari ke 15 hingga ke 22 : Jika tidak mengalami pembuahan, pada umumnya masa subur telah berakhir. Dan warna lendir menjadi lebih keruh dan juga pekat.
    Pada hari ke 25 hingga ke 27 : Karena tidak mengalami pembuahan, sehingga menyebabkan kadar progesteron mulai menurun dan lendir menjadi lebih kental atau sama sekali tidak diproduksi.
  • Pada hari ke 28 : Jika tidak terjadi pembuahan, maka kadar hormon progesteron dan estrogen akan terus menurun. Jika kadar hromon tersebut terus mengalami penurunan, maka mestruasi pun akan dimulai pada esok hari.

Jika Anda dapat menghitung dan memperkirakan masa subur setelah menstruasi, maka Anda akan menjadi lebih terbantu untuk merencanakan proses kehamilan dan mengevaluasi kesehatan pada reproduksi Anda.

Tags: , , ,

Related to: Inilah Cara Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Haid