Kementrian kesehatan Sebut Vaksin Palsu Menyebar di Sembilan Provinsi

August 2, 2016

Merebaknya kasus vasin palsu membuat pemerintah menurunkan tim untuk bekerja keras dalam melakukan penelitian terhadap pelaku hingga tersebarnya vaksin palsu tersebut ke sembilan provinsi di Indonesia. Diduga, penyebaran vaksin palsu tersebut beredar di 37 titik di Sembilan provinsi.

vaksin palsu

vaksin palsu

Seperti yang dikatakan oleh Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini. “Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencurigai mereka membeli vaksin palsu pada distributor tidak resmi, dan itu tersebar di 37 titik di sembilan provinsi,” ujar Nila.

Oleh karena itu, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus peredaran vaksin palsu tersebut hingga ke daerah-daerah.

“Kasus ini akan diselidiki lagi oleh Bareskrim dan mungkin penyelidikannya akan meluas, punish-nya kita harapkan berjenjang,” lanjut Nila.

Selain itu, Nila pun mengingatkan masyarakat agar lebih teliti lagi saat menggunakan vaksin. Karena vaksin asli yang sering digunakan oleh pemerintah yaitu vaksin yang diproduksi oleh PT. Biofarma. Sedangkan, yang digunakan oleh rumah sakit swasta umumnya adalah vaksin impor.

Baca Juga  Penyebab Penyakit Kuning Bayi Berikut ini Cara Mengatasi

“Saya ingin menyampaikan juga mengingatkan kepada masyarakat, bahwa pemerintah memberikan vaksin imunisasi kepada masyarakat itu hampir 99% diproduksi oleh PT. Biofarma. Vaksin yang dikeluarkannya itu asli dan untuk vaksin imunisasi,” ujarnya.

“Saya ingin mengingatkan kepada masyarakat, pemerintah memberikan vaksin imunisasi kepada masyarakat itu hampir 99 persen dikeluarkan oleh PT Biofarma, vaksinnya asli dan itu untuk vaksin imunisasi wajib,‎” tukasnya.

(baca juga : Waspada Daftar 14 Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu)

Sementara itu, hal senada pun dikatakan oleh Nelly, juru bicara BPOM. “Kami sudah mengerahkan petugas di daerah-daerah dengan serentak untuk menemukan peredaran vaksin palsu tersebut,” tutur Nelly.

Berhubungan dengan masalah peredaran vaksin palsu di Pekanbaru, Riau, Andra Sjafril selaku Kepala Dinas Kesehatan Riau mengelak ketika ditanyai kebenaran hal tersebut oleh juru warta. Andra mengaku belum menerima hasil pemeriksaan tentang penemuan dua jenis serum yang dicurigai dipalsukan. Serum tersebut yaitu serum antitetanus dan antibisa ular yang ditemukan pada sebuah klinik di Pekanbaru. “Saya belum menerima tindak lanjutnya,” kata Andra.

Arustiono, yang merupakan Anggot Satuan Tugas Penanganan Vaksin Palsu menyampaikan, bahwa pihaknya hingga saat ini masih menelusuri peredaran vaksin palsu pada beberapa daerah. Ia berkata, fokus penulusuran saat ini adalah wilayah Jawa dan Sumatera. “Hingga saat ini tim terus bekerja,” ujarnya.

Baca Juga  Protein ini Dapat Menghindari Resiko Kematian Dini

Berdasarkan hasil penyidikan Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, bahwa terdapat puluhan ribu vaksin yang beredar di wilayah Sumatera. Sedangkan jumlah vaksin palsu yang beredar di Jawa jumlahnya lebih banyak. Provinsi yang diduga menggunakan vaksin palsu yaitu Sumatera Barat, Banten, Aceh, Lampung, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Data ini berbeda dengan data yang dimiliki BPOM.

Presiden RI Joko Widodo pada hari sabtu lalu mengatakan, bahwa pemerintah sedang mendalami sanksi yang akan diberikan kepada rumah sakit ataupun tersangka. Presiden Joko Widodo berharap Kementerian Kesehatan maupun lembaga terkait dapat menyelasaikan kasus vaksin palsu hingga tuntas. “Bisa saja ada yang dicabut izinnya, juga bisa saja hanya mendapatkan teguran,” ujarnya. “Semuanya sedang dalam proses,” lanjutnya.

Tags:

Related to: Kementrian kesehatan Sebut Vaksin Palsu Menyebar di Sembilan Provinsi