Korban Vaksin Palsu DPR Diminta Bergerak Cepat Untuk Terima Aduan

August 2, 2016

Setelah dihebohkan dengan beredarnya vaksin palsu disusul dengan dirilisnya Rumah Sakit dan Klinik yang diduga melakukan vaksinasi palsu, akhirnya DPR mendapat giliran tugas, Pimpinan DPR RI beserta Pimpinan Komisi IX yang menerima aduan Aliansi Orangtua Korban Vaksin Palsu.

Pada kesempatan itu hadir Ketua DPR Ade Komarudin yang didampingi oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Agus Hermanto, selain itu hadir juga Ketua Komisi IX Dede Yusuf yang didampingi Anggota Komisi IX John Kenedy Aziz.

Anggota Dpr

Ketua DPR RI Ade Komarudin mengaku sangat terbuka dalam menerima masalah yang disampaikan oleh orang tua anak korban vaksin palsu. Di forum tersebut salah satu orang tua korban bernama Adri Zulkifli Sitompul menyampaikan keluh kesah dan rasa kecemasan serta ketidakpastian informasi, kekhawatiran akan kondisi yang akan terjadi dengan anak-anaknya.

“Khusus di Rumah Sakit Mutiara Bunda Cileduk, kami memperoleh kabar bahwa vaksin palsu sudah beredar dan digunakan sejak tahun 2003 disana. Kami sudah cari yang terbaik ke rumah sakit, namun alangkah kecewanya kami ketika vaksin palsu tersebut ditemukan di Rumah Sakit yang biasa kami lakukan,” ujarnya di Gedung Nusantara III lantai II komplek Parlemen pada selasa, 19 Juli 2016.

Baca Juga  Terkait Vaksin Palsu, LPSK Minta Rumah Sakit Terbuka Pada Polisi

Ia meminta kepada pihak rumah sakit berupa rekam medis, medical checkup, untuk mengurangi rasa kecemasan yang ada. “Kami meminta beberapa hal tersebut kepada pihak Rumah Sakit karena menjadi pikiran vaksin palsu,” ujarnya.

(Baca Juga : Banyaknya Jumlah Korban Vaksin Palsu, Sudah 165 Anak di Kota Bekasi Saat ini Yang Terdata)

Di samping itu, orang tua korban Rumah sakit Harapan Bunda August Siregar mengatakan pihak Manajemen RS tersebut agak membandel. Ia mengaku pasien yang jelas tidak anarkis adalah yang di Harapan Bunda.

“Kami sudah merasa baik namun pihak rumah sakit yang merajalela. Mengapa kami tidak pergi ke Puskesmas kan lebih murah harganya, karena kami percaya Harapan Bunda baik, namun berbeda dari yang diharapkan. Tuturnya.

Kami merasa tidak perlu melakukan hal-hal anarkis karena khawatir pihak RS akan lepas tangan. Oleh sebab itu kami paksa untuk membuat surat pernyataan. Kami melakukan upaya pendataan karena kemungkinan pengguna vaksin palsu tersebut jumlahnya cukup banyak, kata August.

Baca Juga  Astagfirullahaladzim Ibu ini Gila Tinggalkan Bayinya di RS Selama Sebulan

Ia menjelaskan bahwa pihak RS Harapan Bunda merasa seolah-olah benar, dan bersikukuh tidak bermasalah.

“Kami meminta pihak rumah sakit untuk diaudit secara menyeluruh, karena mereka tidak kooperatif, itulah pernyataan sikap Aliansi Orang Tua Korban Vaksin Palsu,” katanya.

Ketua DPR RI Ade Komarudin berusaha untuk menanggapi dan akan melakukan langkah-langkah dari Komisi IX, dan yang pasti DPR akan terus mendorong pemerintah, karena hal ini sangat krusial dan juga genting.

“Secara nasional menteri harus memimpin langsung, dan juga badan lainnya harus terlibat. Kita harus mencari tahu akar persoalannya bagaimana. Jika perlu akan dibuat Panja dan dari lintas Komisi, kita ingin Polri untuk menindaklanjuti siapa sebenarnya yang menjadi biang kerok vaksin palsu ini,” kata Akom.

Tag : DP RI bergerak
Tags:

Related to: Korban Vaksin Palsu DPR Diminta Bergerak Cepat Untuk Terima Aduan