Kota Vegetarian Pertama Di Dunia Semu Penduduknya Pemakan Sayuran

August 2, 2016

Walikota Turin yang baru saja dilantik, Chiara Appendino berniat akan melakukan sosialisasi kepada warganya untuk malan lebih banyak vegetarian dan vegan, walaupun Turin terkenal sebagai ibu kota Piedmont, sebuah kota yang dikenal dengan makanan berbahan dasar daging.

Walikota yang berasal dari Eurosceptic tersebut berusia 32 tahun, Gerakan anti-pembangunan Bintang Lima (pengecam Uni Eropa), berkata perihal rencana pembangunan lima tahunnya, dia berencana untuk mengurangi jumlah asupan daging konsumsi “Torinesi”, sebutan warga Turin.

fc165104-9126-4d4e-b4d6-4cdb03c8ac08_43

Sejenis sosis atau biasa di sebut Salami, lidah, babat, lemak babi, dan bollito misto atau daging semur, nanti akan digantikan dengan kacang-kacangan, selada, kedelai dan tumbuhan polong.

“Sosialisasi yang dilakukan untuk makan vegetarian dan vegan merupakan tindakan penting untuk menjaga lingkungan hidup, kesejahteraan binatang dan kesehatan manusia,” seperti itu bunyi rencana tersebut.

Pemerintah yang telah berniat untuk mengajarkan anak-anak usia sekolah di Turin perihal dampak makan daging bagi lingkungan hidup, dari penggunaan air belebih hingga produksi gas rumah kaca.

Baca Juga  Makan Sosis dan Kacang Kaleng Bocah ini 11 Tahun Bertahan Hidup

“Ahli kesehatan, ahli politik kenamaan dan ahli nutrisi akan berusaha membantu sosialisasi hal tersebut di sekolah-sekolah, mengajari anak-anak untuk bagaimana makan dengan baik serta melindungi bumi serta hak-hak binatang.”

Akan tetapi pandangan akan masa depan gemilang gaya hidup vegetarian lenyak seperti segelas sup gazpacho dingin atau sup tomat dingin bagi warga kota Turin.

“Memangnya mereka tidak memiliki hal yang lebih penting untuk diurusi? Sebut salah seorang warga yang menulis di sebuah web Koran. “Torinesi yang malang.”

Komentar lain yaitu “biji quinoa menjijikan.” Komentar lain: “Apakah adanya batas untuk kegilaan?”

Aka nada sebuah unjuk rasa yang sedang direncanakan di Turin untuk memuji kelezatan ravioli alla piemontese, yang penuh dengan daging, dan juga brasato al barolo, daging yang direbus di dalam anggur merah Piedmont, terkenal dengan sebutan Barolo. Akan tetapi pemerintah tetap akan maju dengan rencananya.

“Kenyataannya adalah makanan kita memiliki dampak akan lingkungan dan hal itu bukanlah pendapat saya, itu merupakan pendapat badan makanan dan pertanian PBB,” sebut kepala dinas lingkungan baru, Stefania Giannuzzi, yang merupakan seorang vegetarian selama dua decade terakhir.

Baca Juga  Tips Mendesain Kamar Mandi Agar Meningkatkan Kesehatan Pikiran Anda

“Kami memiliki rasa hormat yang penuh akan kuliner warisan serta restoran-restoran. Kami tidak menginginakan melawan industry daging,” sebut Stefania pada Corriere della Sera.

Related to: Kota Vegetarian Pertama Di Dunia Semu Penduduknya Pemakan Sayuran