Makan Sosis dan Kacang Kaleng Bocah ini 11 Tahun Bertahan Hidup

August 14, 2016

Masa anak-anak memang kerap kali memilih makanan yang dia suka dan menghindari makanan yang tidak dia suka namun jika sudah memilih dari beberapa jenis makanan saja sudah menjadi sebuah gangguan. Menurut dokter spesialis anak dari Royal College of Pediatrics and Child Healt, Inggris juga mengatakan hal yang sama karena pada usia tersebut harus dicukupi baik dari gizi maupun asupan makanan yang tepat.

Biasanya pada anak normal setelah bertambah umur pasti memiliki keinginan untuk mencoba makanan lain yang lebih banyak terutama dari daging dan buah. Namun berbeda dengan Tyler Hives anak laki-laki dari Coventry, Inggris ini karena hanya tertarik terhadap sosis dan kacang kaleng saja sejak mulai mengenal makanan.

Makan sosis dan kaleng

Menurut keterangan dari ibunya, Tyler dilahirkan secara prematur dan saat menginjak usia mulai makan tersebut sudah diberikan asupan makanan yang dihaluskan layaknya seperti anak yang lain. Dari halaman Nypost (9/8/2016) lalu melansir bahwa Tyler mengalami gangguan dalam makan yang biasa disebut dengan Selective Eating Disorder (SED). Dia sebenarnya tidak suka dengan cara menelan dan mengunyah makanan lain selain sosis dan kacang kalengan karena dianggapnya sebagai benda asing yang masuk ke perutnya.

Baca Juga  Cara Operasi Untuk Memancungkan Hidung, Beginilah Yang Benarnya

Berbeda dengan sosis dan kacang kaleng karena rasanya lunak dan sudah terbiasa untuk menelannya. Maka dari itu setiap hari Tyler menghabiskan waktunya untuk makan makanan ini saja walau ibunya sudah mengajaknya untuk memakan makanan yang lain. Lindsay banyak melakukan cara agar Tyler dapat makan seperti anak kebanyakan dan sering datang ke dokter untuk meminta saran yang tepat.

Tetapi dari dokter sendiri mengatakan bahwa putranya tersebut masih bersifat pemilih dan terus seperti itu sampai dia sendiri ingin mencoba makanan lain. Karena kekhawatiran ibunya tersebut akhirnya memiliki ide untuk mendatangkan hipnoterapi yang pengalaman untuk membuat anaknya mau mencicipi jenis makanan lain. Kini terjadi perubahan yang besar terdapat Tyler sendiri karena sudah bisa diajak untuk makan makanan yang lainnya.

Kata Tyler sendiri dahulu takut pada makanan baru karena rasanya tidak enak dan kadang membuatnya menjadi sakit tetapi berbeda dengan sekarang karena bisa mencoba makanan lain dan tidak khawatir terjadi hal yang sama. Ibunya kini sudah senang sekali dan tidak ada rasa cemas karena pola makan yang sudah berubah tersebut.

Baca Juga  Indonesia Demam China, di sela Kasus Vaksin Palsu China Akan Bangun Pabrik Vaksin di Indonesia

Kini untuk mencoba makanan baru tidak harus dimasak seperti apa atau harus bagaimana karena Tyler sendiri sudah bisa mengunyahnya seperti anak normal pada umumnya. Memang tidak bisa terbayangkan jika selama 11 tahun menjalani harinya dengan mengkonsumsi makanan yang sama yaitu sosis dan kacang kaleng. Kadang ibunya hanya memberikan multivitamin agar tetap terjaga nutrisinya.

Walau tidak banyak kejadian yang sama namun bisa menjadi pelajaran yang berharga bahwa usia dari bayi memang harus dikenalkan dengan makanan yang beraneka ragam dan pilihan jenis makanan yang bervariasi agar anak tidak menjadi tipe yang pemilih dalam beberapa jenis makanan saja. Hal yang buruk akan terjadi jika pemenuhan gizi pada anak tidak tercukupi dengan baik.

Pastinya gizi yang lengkap merupakan kombinasi tepat dari sayur, buah, daging, dan susu. Untuk menunjang aktivitas dan perkembangan tubuhnya memang membutuhkan asupan yang tepat. Beberapa anak mungkin akan menjadi tipe pemilih tetapi masih bisa dikontrol dengan memberikan asupan lain yang cukup gizi dan anak tersebut suka.

Related to: Makan Sosis dan Kacang Kaleng Bocah ini 11 Tahun Bertahan Hidup