Menjadi Distributor Serum Palsu Polisi Pekanbaru Memburu Pelaku Berinisial R

Menjadi Distributor Serum Palsu Polisi Pekanbaru Memburu Pelaku Berinisial R

August 11, 2016

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Datang lagi berita dari Pekanbaru yang masih menyelidiki tentang kasus serum Paulus yang beredar di apotek dan dijual secara bebas. Inisial R yang merupakan distributor dari serum palsu tersebut diduga kuat menjadi pengedar utama karena serum yang diedarkan tidak memiliki jin edar khusus dari pemerintah setempat.

Kapolresta Pekanbaru yaitu Kombes Toni Hermawan mengatakan bahwa R merupakan kunci utama dari kasus serum palsu yang beredar di Pekanbaru, apabila tertangkap maka semuanya akan jelas tentang di mana saja peredaran serum palsu tersebut berada dan muara utama dari produksi serum palsu (5/8/2016). Tambahnya distributor serum palsu tersebut berdomisili di Pekanbaru karena saat digeledah pada beberapa apotek secara acak di Jalan Hangtuah ternyata R kabur.

serum palsu

Ilustrasi serum palsu

Toni juga akan memerintahkan Reskrim untuk memastikan di mana R bertempat tinggal dan untuk menggeledah rumahnya juga karena ditengarai masih menyimpan serum palsu yang ditemukan di apotek berada di rumahnya sendiri. Pada periode sebelumnya Kasatreskrim Polresta Pekanbaru yaitu Kompol Bimo Arianto sebelumnya sudah menyinggung nama R ini saat menetapkan A sebagai tersangka pengedaran serum palsu lalu. A merupakan pemilik Apotek Lekong atau Apotek Sail yang sudah digeledah pada hari Rabu lalu (3/8/2016). Dari perkataan A sendiri serum palsu didapatkan dari R yang ternyata mengedarkan juga ke klinik dan apotek lain di Pekanbaru.

Baca Juga  Warga Pekanbaru Ditangkap Polisi Karena Pemalsuan Serum dan Vaksin

Dari penemuan ini terlihat jelas bahwa masih banyak serum dan vaksin palsu yang masih beredar di pasaran Indonesia selain Pekanbaru saja, diharapkan dari penemuan ini akan berdampak baik pada regulasi produk medis dan obat di Indonesia. Ketika diperiksa dahulu A mengaku bahwa hanya mendapatkan barang dari R saja kemudian langsung mulai menjualnya di Apotek. Pernyataan tersebut salah karena pada aturannya, serum dan vaksin harus dilihat jin edarnya dan keamanannya ketika digunakan. Jika mengedarkan atau menjual barang tersebut tanpa meneliti lebih jauh tetap akan terkena pidana karena tidak memperhatikan keselamatan dan fungsi dari serum tersebut.

Dari berita Pekanbaru yang secara beredar luas membuat banyak orang menjadi khawatir untuk membeli obat atau serum lain di apotek karena dikhawatirkan masih ada jaringan lain yang tidak memiliki ijin peredaran tetapi sudah masuk pada apotek. Menurut keterangan Polisi Pekanbaru memang belum mendapatkan kepastian tentang korban yang sudah jatuh akibat penggunaan serum palsu tersebut tetapi dari penelitian sementara mengungkapkan ada dampak bahaya yang ditimbulkan dari serum tersebut.

Baca Juga  4 Penyakit yang Muncul Akibat Pikiran Negatif

Bagi masyarakat memang dihimbau untuk lebih waspada dalam membeli produk yang serupa karena jaringan obat tersebut masih diprediksi sangat besar. Masyarakat bisa bertanya pada ahli medis terkait untuk membeli produk yang rekomendasi karena tidak semua produk bisa dipakai secara normal. Untuk menghindari tindakan serupa pada kota lain, polisi akan segera melakukan razia ke beberapa apotek karena masih ada kemungkinan jaringan pengedaran yang semakin luas tersebut.

Beberapa informan mengatakan bahwa tidak hanya pada apotek di Pekanbaru saja karena pengedaran dari jaringan R sendiri sudah sampai di kota kecil sekitarnya. Untuk itu masyarakat harus lebih waspada lagi karena serum dan vaksin tersebut seharusnya memiliki fungsi yang sangat penting karena untuk anti tetanus dan anti bisa ular. Dikhawatirkan jika terjadi hal yang tidak diinginkan dan menggunakan serum atau vaksin tersebut bisa berakibat sebaliknya.

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest
Tags:

Related to: Menjadi Distributor Serum Palsu Polisi Pekanbaru Memburu Pelaku Berinisial R