Menteri Kesehatan : Waktunya Untuk Perempuan Lebih Memperhatikan Dan Menambah Wawasan Kesehatan

August 6, 2016

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek telah meminta kaum perempuan di Indonesia dalam memperkaya wawasan kesehatan diri, anak, serta keluarga, untuk menghadapi berbagai tantangan dan risiko kesehatan yang terus meningkat.

“Perempuan khususnya para ibu harus memiliki pengetahuan seluas-luasnya mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan kesehatan,” ucap Menteri Nila Moeloek ketika memberikan pidata kunci saat Konferensi Nasional yang bertemakan “Penguatan Peran Perempuan Muda Menuju Indonesia Berkemajuan,” di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, pada Rabu (3/8).

501468400439

Menurut Nila, tingginya jumlah kematian ibu melahirkan di Indonesia sampai sekarang ini mengindikasikan tingkat pengetahuan kesehatan para ibu belum cukup optimal. Menurutnya yang mengacu pada data Survei Demografi serta Kesehatan Indonesia di tahun 2012 menunjukkan, jumlah kematian ibu saat melahirkan di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 359 dari 100 ribu kelahiran hidup.

Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), jumlah kematian ibu ketika hamil dan saat melahirkan tersebut harus bisa ditekan hingga angka minimal 278 di tahun 2019. Sehingga angka kematian itu mesti bisa diturunkan minimal lima persen setiap tahunnya.

Baca Juga  Fakta Menarik : Anak Usia 10 S/d 2 Tahun Rawan Kekurangan Gizi

Kasus kematian pada ibu tersebut menurut Nila, bisa dicegah jika para ibu memiliki pemahaman  dan pengetahuan yang memaddai mengenai praktik kesehatan yang baik dari saat kehamilan maupun saat pasca melahirkan.

“Kami pun menyadari persoalan yang mungkin banyak terjadi akibat kemiskinan yang masih menjadi kendala mereka dalam memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan,” ucap dia saat acara Pramuktamar Nasyiatul Aisyiah ke-13 itu.

Di lain sisi pernikahan di usia dini menurutnya pun memiliki risiko yang sama bagi perempuan yang disebabkan karena kondisi organ tubuh perempuan masih dalam masa pertumbuhan serta belum siap untuk menjalani kehamilan dan melahirkan.

Di samping itu, lanjut Nila, pengetahuan bagi ibu mengenai kesehatan dan pemenuhan gizi bagi anak pun masih rendah. Pemenuhan nutrisi dan pemberian ASI eksklusif bagi anak pada masa 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) pun juga belum dapat sepenuhnya dipahami kaum ibu dalam mempersiapkan anak yang memiliki kualitas baik.

“Pengetahuan akan itu harus dimiliki untuk dapat mempersiapkan generasi yang berkualitas dengan IQ yang cukup baik,” katanya.

Baca Juga  Konsumsi Suplemen Vitamin Untuk Ibu Hamil Beresiko Pada Kandungan

Oleh sebab itu, Nila pun berharap sosialisasi mengenai kesehatan bukan cuma dilakukan oleh pemerintah, namun perlu didukung berbagai organisasi perempuan seperti Aisyiyah. “Persoalanan kesehatan yang terjadi bukan hanya tugas pemerintah namun perlu didukung lintas sektor,” ucap dia.

Related to: Menteri Kesehatan : Waktunya Untuk Perempuan Lebih Memperhatikan Dan Menambah Wawasan Kesehatan