Mentri Kesehatan : Data Penyakit Tidak Menular Meningkat

August 6, 2016

Beban ganda penyakit saat ini sedang dihadapi Indonesia, di samping penyakit menular yang masih kerap muncul di beberapa daerah di Indonesia, tren akan penyakit non-menular pun cenderung terus meningkat di beberapa daerah di Indonesia.

Di tahun 2010 lalu, temuan akan kasus penyakit yang tidak menular ditemukan sebanyak 58 persen. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita Farid Moeloek ketika memaparkan sambutannya dalam konferensi nasional yang bertemakan “Penguatan Peran Perempuan Muda Menuju Indonesia berkemajuan” dilaksanakan di gedung Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Rabu (3/8).

menkes1-400x241

Menteri Kesehatan ketika itu menguraikan beberapa faktor resiko yang mungkin akan muncul dari penyakit non-menular. Faktor yang paling sering karena disebabkan kurangnya konsumsi sayur serta buah oleh masyarakat. Selain itu faktor lain yang menicu adalah faktor meroko, dan kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan.

“Di era tahun 1990an, lebih dominan penyakit yang menular. Saat ini yang banyak ditemukan adalah penyakit tidak menular seperti kanker, jantung, diabetes dan hipertensi,” jelas Nila Moeloek.

Baca Juga  8 Cara Menghilangkan Varises dan Yang Harus di Hindari

Selain itu masih banyak dijumpai penyakit-penyakit yang terkadang masih sering diabaikan oleh masyarakat Indonesia seperti cacingan. Sementara itu, kasus penyakit menular saat ini yang masih sering ditemukan adalah TB, malaria, demam berdarah dengue dan filariasis. Temuan yang paling tinggi terhadap penyakit menular adalah penyakit TB dengan angka prevelensi kejadian 297 per 100.000 penduduk.

Bila ditinjau dari transisi epidemologis, biaya pelayanan kesehatan yang paling banyak dihabsikan yaitu untuk penyakit katastropik. Dari data yang diperoleh, penyakit yang paling banyak menghabiskan porsi anggaran JKN adalah penyakit jantung sebesar 13 persen. Disusul dengan gagal ginjal kronis sebesat 7 persen, kanker 4 persen, thalasemia, 0,7 persen, stroke 2 persen, dan leukemia 0,3 persen.

Di samping itu juga Menteri Kesehatan yang menjadi keynote speaker, dalam acara konferensi nasional yang digelar Nasyiatul Aisyiyah ini pun menghadirkan sejumlah pembicara lainnya. Seperti Prof Nuraida Endut (Director of the Research on Women and Gender Universiti Sain Malaysia), Rita Pranawati (Ketua Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah), Siti Syamiyatun (anggota LPPA Pimpinan Pusat Aisyiyah), dan Cesa Septiana Pratiwi (dosen Kebidanan Unisa yang merupakan kandidat doctor dari Leeds Univerisity).

Baca Juga  11 Gejala Penyakit Ginjal Awal yang Harus di Ketahui

Norma Sari yang menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), mengatakan penyelenggaraan konferensi ini adalah rangkaian agenda muktamar ke-13. Dengan dipilihnya tema tersebut karena masih banyaknya masalah yang dihadapi oleh kaum perempuan termasuk paham agama.

Related to: Mentri Kesehatan : Data Penyakit Tidak Menular Meningkat