MSG: Amankah bagi Kesehatan?

January 31, 2015

Monosodium glutamat (MSG) adalah penyedap rasa yang biasa ditambahkan pada makanan, sayuran kaleng, sup dan daging olahan. Meskipun telah diklasifikasikan sebagai bahan makanan yang “umumnya diakui aman,” penggunaan MSG tetap kontroversial. Untuk alasan ini, ketika MSG ditambahkan ke makanan, komposisinya haruslah tercantum pada label.

9. MSG, Amankah bagi Kesehatan

MSG telah digunakan sebagai aditif makanan selama beberapa dekade. Selama bertahun-tahun, telah banyak laporan anekdotal terkait reaksi negatif terhadap makanan yang mengandung MSG. Reaksi-reaksi ini— yang dikenal sebagai gejala kompleks MSG— termasuk: sakit kepala, pusing, berkeringat, sesak napas, mati rasa, kesemutan atau terbakar di wajah, leher dan daerah lain, detak jantung cepat dan tidak beraturan (jantung berdebar-debar), nyeri dada, muat atau muntah, dan badan lemas.

Mengonsumsi makanan yang mengandung MSG ketika perut masih kosong bisa meningkatkan risiko efek samping MSG pada orang-orang yang sensitif karena bahan kimia di dalamnya diserap oleh darah, sehingga mengakibatkan sakit kepala. Sakit kepala umumnya terjadi tiga puluh menit setelah tubuh mencerna MSG dan menghilang setelah beberapa jam.

Selanjutnya, MSG bisa menstimulasi sel-sel tubuh. Pada mereka yang tidak sensitif terhadap MSG, penggunaannya dalam makanan menstimulasi rasa lapar, indera perasa, dan indera penciuman. Sedangkan pada mereka yang sensitif, bisa mengakibatkan sel-sel tubuh terstimulasi secara berlebihan, hingga akhirnya menyebabkan reaksi alergi. MSG juga bisa mengurangi kadar udara yang masuk ke dalam paru-paru, mengakibatkan nyeri dada dan sesak napas.

Baca Juga  Gejala Kolesterol dan Asam Urat Bahaya Wajib Untuk Segera Diobati

Semua bentuk MSG (asam glutamat bebas yang terkandung penyedap makanan atau bahan makanan sejenis) menyebabkan reaksi pada mereka yang sensitif terhadap MSG. Hal ini termasuk MSG yang ditemukan dalam perangsang pertumbuhan pada tanaman yang disebut AuxiGro, dan MSG yang ditemukan dalam berbagai pupuk dan fungisida yang disemprotkan pada tanaman, termasuk tanaman organik.

Selain gejala kompleks MSG, berdasarkan hasil penelitian, efek samping dari MSG bisa mengakibatkan kondisi berikut.

  • Jantung, bisa mengakibatkan artimia, atrial fibrilasi, takikardia, denyut jantung cepat, palpitasi, detak jantung lambat, angina, kenaikan atau penurunan tekanan darah secara ekstrim.
  • Peredaran darah, bisa menimbulkan pembengkakan.
  • Gastrointestinal, mengakibatkan diare, mual, muntah, kram perut, pendarahan rektal, dan kembung.
  • Muskular, menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan sendi.
  • Neurologis, mengakibatkan depresi, mood swings, reaksi gusar (marah), pusing, kehilangan keseimbangan, disorientasi, kebingungan mental, kegelisahan, panik, hiperaktif, masalah perilaku pada anak-anak, gangguan perhatian (ADHD), letargi, kantuk, insomnia, mati rasa atau kelumpuhan, kejang, linu panggul, badan menggigil dan gemetar.
  • Penglihatan, menyebabkan kaburnya penglihatan, kesulitan fokus, dan nyeri atau tekanan di sekitar mata.
  • Pernapasan, mengakibatkan asma, sesak napas, nyeri dada, dada terasa sesak, pilek, dan bersin.
  • Urologi atau genital, menimbulkan nyeri pada kandung kemih, pembengkakan kelenjar prostat, pembengkakan pada vagina, sering buang air kecil dan nokturia.
  • Kulit, menimbulkan hives (baik internal maupun eksternall), ruam, lesi mulut, sesak sementara atau kelumuhan parsial, mati rasa atau rasa kesemutan pada kulit, flushing, mulut kering, wajah bengkak, lidah bengkak, dan kantung mata.
Baca Juga  Sakit Perut Kiri Bawah Pada Pria Inilah Penyebabnya

Banyaknya kemungkinan efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh MSG membuat banyak orang bertanya-tanya. Mengapa demikian? MSG diasumsikan menyerang bagian tubuh yang paling rentan, terutama memengaruhi otak.

Namun, bukti definitif yang menunjukkan hubungan antara MSG dan gejala-gejala tersebut belum ditemui. MSG memang diakui dapat menimbulkan gejala ringan pada sebagian orang. Gejala ringan ini biasanya tidak memerlukan pengobatan. Satu-satunya cara untuk mencegah reaksi tubuh terhadap MSG adalah dengan menghindari makanan yang mengandung MSG.

Tags: , , ,

Related to: MSG: Amankah bagi Kesehatan?