Obat Hepatitis C : Penemuan Baru Untuk Menyembuhkannya

August 14, 2016

Virus Hepatitis C ialah salah satu virus yang dengan mudah menyebar di antara satu penderita ke penderita lainnya. Selain mudah menyebar, Hepatitis C juga memiliki tingkat kematian yang tinggi di dunia. Virus ini sendiri telah berhasil menjangkiti masyarakat di seluruh dunia dan memakan korban jiwa sebanyak 1.45 juta jiwa. Hal ini dikarenakan terlalu minimnya pengetahuan warga masyarakat dan pemerintah akan bahayanya virus Hepatitis C bagi kesehatan. Menurut data yang dihimpun oleh WHO, hanya kurang dari 5 persen penderita Hepatitis C yang benar-benar paham dengan kondisi yang menimpa mereka. Dan bagi orang yang kurang memahami Hepatitis C maka penyakit ini menjadi kian mematikan dan berbahaya.

(Baca Juga : Virus Hepatitis Sama Bahaya Dengan AIDS dan TBC )

Menurut dr. Hanifah Oswari, hampir 95% kasus penularan penyakit ini terjadi pada saat kelahiran. Dengan kata lain hampir setiap orang terlahir dengan membawa penyakit ini. Namun, penyakit ini akan menjinak setelah diberikannya vaksin kepada bayi dalam kurun waktu 24 jam sejak kelahiran. Vaksin yang diberikan pada si bayi pun berbeda-beda tergantung dari kondisi sang ibu. Jika sang ibu negatif mengidap hepatitis maka hanya perlu diberi vaksin hepatitis biasa dan juga suntikan vitamin K. Jika sang ibu positif menderita hepatitis maka si bayi harus diberi vaksin hepatitis, suntikan vitamin K dan juga diberi suntikan serum HBig. Jika vaksin diberikan dalam waktu kurang dari 24 jam maka kemungkinan bayi akan terlindung dari hepatitis sangat besar.

Baca Juga  Ditemukan Diduga Vaksin Palsu Di Pinggir Tol Meruya
Obat Hepatitis C

ilustrasi hepatitis attack

Jika vaksinasi yang diberikan pada bayi sedikit saja terlambat maka virus hepatitis akan segera menyerang si bayi. Oleh karena itu kewaspadaan dari tenaga medis haruslah selalu prima. Menurut datanya, sembilan dari sepuluh bayi yang menderita hepatitis di bawah usia satu tahun akan memiliki resiko terhadap serangan hepatitis kronis di kemudian hari. Hal ini dikarenakan kekebalan tubuh dari bayi yang terbilang cukup rentan jika dibanding dengan orang dewasa. Di dalam tubuh bayi, sel-sel antibodi masih sangat toleran terhadap virus. Virus hepatitis yang masuk akan dianggap kawan oleh antibodi dan mereka dibiarkan hidup di dalam tubuh.

Dan sebuah kabar baik diungkapkan oleh dr. Irsan hasan, ia mengungkapkan bahwa kini telah ditemukan obat baru untuk para penderita Hepatitis C. Obat ini bernama Direct Acting Antiviral atau DAA. DAA adalah sebuah obat yang memiliki masak terapi jauh lebih pendek dari Interferon yang biasa digunakan untuk mengatasi masalah hepatitis. Selain itu, DAA juga memiliki efek samping yang sangat rendah sehingga cukup aman digunakan dalam jangka panjang oleh para penderita hepatitis. Salah satu jenis dari DAA yang kini mulai populer adalah Sofosbuvir. Masa pengobatan dengan menggunakan Sofosbuvir sendiri memakan waktu kurang lebih 12 hingga 24 minggu dan dosisnya adalah 400 mg/hari.

Baca Juga  Jaga Kesehatan Sejak Dini! Karena Stroke Dapat Menyerang Pada Usia 30

Efek samping yang diberikan oleh Sofosbuvir sendiri terbilang ringan, yakni insomnia, sakit kepala hingga anemia. Meskipun manjur dan memiliki efek samping yang ringan namun harga dari DAA sendiri masih terbilang cukup tinggi. Untuk satu tabletnya sendiri memiliki harga sekitar Rp 13 juta. Mungkin suatu hari nanti obat ini akan dibuat secara masal dengan harga yang lebih terjangkau untuk semua kalangan. Dan yang pasti untuk menghindari ini semua anda harus menjaga kesehatan anda dengan melakukan vaksinasi hepatitis sejak dini dan menjaga pola hidup sehat.

Related to: Obat Hepatitis C : Penemuan Baru Untuk Menyembuhkannya