Orangtua ini Ingin Hanya Dr Indra membuktikan Cucunya Terkena Vaksin Palsu

August 2, 2016

Merebaknya kasus vaksin palsu ke permukaan yang melibatkan seorang dokter bernama Indra, membuat keluarga pasien merasa kecewa. Karena sebagai seorang dokter, ia harusnya lebih mengetahui dampak dari penggunaan vaksin palsu.

vaksin palsu

ilustrasi vaksin

Nur Cahyadi, salah satu orangtua yang anaknya menjadi korban vaksin palsu di RS Harapan Bunda mengatakan, bahwa ia tidak percaya pada pengakuan yang disampaikan oleh keluarga dokter Indra Sugiarno yang mengatakan cucu dokter tersebut juga turut disuntik menggunakan vaksin palsu. Yadi memvaksin anaknya di RS Harapan Bunda dalam rentan waktu Maret-Juni 2016. Pada periode tersebutlah vaksin palsu jenis Tripacel dan Pediacel menyebar dan beredar secara bebas di lingkungan rumah sakit dan layanan kesehatan lainnya.

“Kalau menurut saya, seharusnya sebagai seorang dokter harus dapat membedakan yang mana vaksin asli dan yang mana vaksin palsu. Secara medis, dia itu kan seorang dokter yang ilmu pengetahuannya lebih tinggi dari kita. Kita ini kan orang awam, kalau diberikan saran oleh dokter ya kita turuti saja,” kata Yadi saat ditemui di Posko Penanggulangan Vaksin Palsu RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, pada hari Selasa (19/7/2016).

Yadi pun menantang pihak keluar dokter Indra untuk melakukan pengecekan dengan medis secara terbuka pada cucu dokter Indra yang disebutkan turut menjadi korban dari vaksin palsu. Menurut dia, bahwa pihak dari keluarga dokter Indra  harus membuktikan perkataannya itu kepada masyarakat.

Baca Juga  Penyakit Langkah Anak 4 Tahun Seperti Terlihat 80 Tahun

“Kalau memang yang dikatakan keluarga dokter Indra bahwa cucunya pun diberikan vaksin palsu, buktikan dong ucapannya itu. Medical check up juga dibuktikan secara medis kalau memang benar cucunya dia juga terindikasi vaksin palsu,Dengan begitu baru kita bisa percaya,” ujar Yadi.

Yadi mengatakan, bahwa anaknya lahir pada bulan Februari lalu di RS Harapan Bunda. Sejak saat itu ia mempercayakan proses vaksinasi anaknya pada rumah sakit tersebut. Pada tanggal 25 Juni lalu, Yadi dan istri membawa anaknya untuk melakukan vaksin lengkap.

Saat itu ia merasa ada yang aneh ketika menerima bukti kuitansi pembayaran dari kasir RS Harapan Bunda. Hal ini disebabkan karena harga yang tertera pada kuitansi jauh lebih murah dari jumlah nominal uang sesungguhnya yang dikeluarkan Yadi.

(Baca juga : Bertanggung Jawab Dampak Vaksin Palsu, Kemenkes Gelar Imunisasi Dasar)

“Jadi yang tertera pada bukti pembayaran itu hanya biaya dokter,administrasi dan obat saja sebesar Rp 15 ribu. Totalnya itu sebesar Rp 190 ribu. Padahal jumlah yang saya bayar sama vaksin itu hamper satu jutaan, vaksinnya saja Rp 800 ribu,” tutur warga Kampung Makassar, Cililitan, Jakarta Timur.

Baca Juga  Hukuman Dokter Yang Terlibat Pemberian Vaksin Palsu

Tidak hanya Yadi saja yang meminta keluarga dokter Indra membuktikan perkataannya itu. Fanny, warga Pondok Gede, Bekasi, juga meminta hal yang sama pada keluarga dokter Indra untuk membuktikan ucapannya tersebut dengan melakukan pemeriksaan pada cucunya secara medis. Fanny juga meragukan ketidaktahuan dokter Indra mengenai vaksin palsu. Karena menurut Fanny, dokter Indra adalah dokter anak senior di RS Harapan Bunda.

“Dia itu kan senior, masalah imunisasi dan vaksinasi itu sudah menjadi makanan sehari-hari dokter Indra. Bagaimana mungkin dia bisa tidak tahu? Dia punya pengalaman jadi dokter hingga puluhan tahun, masak dengan mudahnya bisa ditipu?” tandas Fanny.

Tags:

Related to: Orangtua ini Ingin Hanya Dr Indra membuktikan Cucunya Terkena Vaksin Palsu