Pasien Pengguna BPJS Kesehatan Disuruh Pulang Dan Alat Infus Dibedakan Dengan Pasien Umum

August 10, 2016

Anggota DPRD Kota Medan sangat menyesalkan perilaku dokter spesialis tulang di Rumah sakit Martha Friska Multatuli yang “mengusir” Altur Simanjuntak berusia 31 tahun.

Altur merupakan pasien BPJS yang menderita patah tulang baru kiri. Dia disuruh pulang oleh dokter akibat menolak operasi tulang ketika menjadi pasien di Rumah Sakit Martha Friska Multatuli.

Program-BPJS-Kesehatan-‘Bertolak-Belakang’-dengan-Syariat-Islam-KPK-Sebut-BPJS-‘Berpotensi’-Dikorupsi1

Hendry Jhon Hutagalung yang merupakan ketua DPRD Kota Medan, mengatakan seorang dokter tidak dibenarkan menyuruh pasien pulang lantaran menolak operasi.

“Jika pasien tidak mau operasi seharusnya dokter menjelaskan alternative yang bisa diberikan kepada pasien. Bahkan kegunaan operasi secara medis harus diterangkan supaya pasien ikut saran-saran dokter,” ucap Hendry ketika dihubungi, Sabtu (6/8/2016).

Dirinya mendesak Dinas Kesehatan Kota Medan untuk memberikan teguran supaya perbuatan dokter menyuruh pasiennya pulang tidak terulang kembali di kemudian hari.

“Jika pasien BPJS memang selalu mendapatkan pelayanan yang kurang bagus. Jadi semua pasien BPJS memperoleh permasalahan yang serupa. Pengalaman saya, saat istir opname pakai BPJS pun dapat pelayanan tidak bagus. Bahkan tangan istri saya membiru ketika diinfus,” cerita dia.

Baca Juga  Sekarang Bayar BPJS dan Asuransi Komersial Hanya Bayar Sekali Saja

Sehabis menyampaikan protes kepada rumah sakit, perawat memberikan penjelasan bahwa jarum infuse untuk pasien BPJS dengan pasien umum berbeda. Itulah penyebab tangan istri Hendry membiru.

“Ya sudah saya ganti harum infusnya dan saya gunakan pelayanan umum. Artinya, demi pelayanan terbaik saya tidak menggunakan asuransi BPJS dan tangan istri yang biru berangsur pulih,” imbuh dia.

Dari penjelasannya, obat yang digunakan pasien BPJS tidak jelas kualitasnya, sehingga banyak orang yang akhirnya malas menggunakan BPJS kesehatan.

“Masyarakat setiap bulannya kan membayar premi, BPJS harus memperbaiki pelayanannya. Pengalaman buruk tidak saya saja yang mengalami, banyak kawan-kawan pun mengalami permasalahan serupa. Makanya orang menjadi malas pakai BPJS,” kata Hendry.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia, Kota medan Ramlan mengatakan, setiap pasien yang sakit dan dibawa ke rumah sakit harus mengerti posisi dirinya berobat. Sehingga, bisa menerima seluruh pelayanan medis yang dianjurkan dokter.

“Seorang pasien di rumah sakit harus dapat memahami kenapa harus di rumah sakit. Jika tidak menerima pelayanan rumah sakit pengin berobat alternative tentunya tidak berada di rumah sakit. Masalah itu, hanya komunikasi saja,” ujarnya.

Baca Juga  5 GEJALA KANKER HATI, no 1 nya Banyak Orang Mengabaikan

 

Tags:

Related to: Pasien Pengguna BPJS Kesehatan Disuruh Pulang Dan Alat Infus Dibedakan Dengan Pasien Umum