Pelayan Makanan Jemaah Haji, Jika Sakit Harus Diganti

August 2, 2016

Baru-baru ini pihak dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Surabaya meminta untuk penggantiak penyaji makanan atau yang lebih dikenal dengan koki calon jemaah haji jika kondisi tidak sehat karena sering kali menemui penyaji makanan ini sedang sakit saat menyajikan makanan. Tentu hal tersebut akan berdampak buruk bagi kesehatan calon jemaah haji tersebut. Apabila masih menemui penyaji yang kurang sehat sebaiknya untuk tidak menyajikan makanan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Pada dasarnya KKP merupakan otoritas resmi standar kesehatan dalam asrama tersebut sehingga tidak memungkiri jika diharuskan membuat standar tersebut. Kepala KKP Surabaya sendiri menerangkan kepada media jika ada jemaah yang sakit, keracunan, atau bahkan mencret karena makanan yang disajikan tentu akan lebih merepotkan karena penyedia makanan sudah dianggap lewat lelang.

Jamaah Haji

Dirjen Kemenag Cicipi Makanan Jamaah Haji

Pada seminggu sebelumnya memang KKP Surabaya sudah melakukan pengecekan terhadap sanitasi di asrama haji tersebut, KKP fokus pada sanitasi pada lingkungan dalam dan luar asrama bahkan sampai melihat ke dalam kamar untuk memastika semuanya tidak ada masalah dengan kesehatan calon jemaah haji nantinya. Hal ini terus dilakukan oleh KKP karena mengingat masih ada catatan tahun lalu yang membuat para calon haji mengantre untuk mandi karena kehabisan air.

Baca Juga  Fosil Terdapat Kanker Berumur 1.7 Juta Tahun Ditemukan

Pada 1 Agustus 2016 nanti KKP masih akan melakukan pengecekan yang sama karena peningkatan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan terhadap calon jemaah haji memang harus ditingkatkan. Pada beberapa waktu akan dilakukan fogging guna menanggulangi masalah nyamuk yang berbahaya juga bagi calon tersebut. KKP selalu menganggap serius terhadap sanitasi dan peredaran air pada asrama haji ini karena tempat untuk menginap akan berlangsung selama 40 hari itu juga termasuk sebagai tempat huni sewaktu pulang juga.

Memang KKP sudah menyadari bahwa panitia PPIH Embarkasi Surabaya sudah siap terhadap ruang huni dan segala sanitasi yang diberikannya, namun tidak semuanya itu menjadi salah dari pengelola karena perilaku dari calon jemaah haji tersebut juga harus diwaspadai. Beberapa pihak mengatakan hal ini menjadi tanggung jawab bersama dimana pengelola akan menyediakan yang terbaik ditambah dari sikap calon jemaah haji juga perlu untuk menjalankan beberapa aturan yang sudah berlaku.

Dari penyedia makanan sudah jelas jika akan memberlakukan aturan tersebut karena jika sampai berdampak buruk akan menjadi berita yang besar ditambah lagi kurangnya kesehatan dari penyedia makanan bisa diganti dengan penyedia makanan yang lain. Untuk masalah infrastruktur dan pelayanan pada asrama haji tersebut akan terus ditingkatkan guna mendukung kenyamanan calon haji sebelum berangkat dan sesudah dari berhaji.

Baca Juga  Pemerikasaan Mahasiswa FK UMI Terkait Meninggalnya Junior Setelah Kegiatan Kampus

Kedepannya pihak dari KKP Surabaya menghimbau untuk jajarannya agar selalu mengawasi sanitasi dan kesehatan baik dari calon jemaah haji atau dari tempat pengelolanya, apabila masih ada tindak yang tidak beres akan diselesaikan dengan segera. Pada setiap kali awal masuk ke asrama, para calon haji akan diberikan pengarahan singkat terhadap aturan dan apa yang perlu dihindari karena untuk kepentingan bersama.

Itulah yang menjadi pokok agenda rutin dari KKP Surabaya dan panitia PPIH embarkasi Surabaya untuk mempersiapkan arus calon jemaah haji nantinya. Jika aturan sudah dapat berjalan maka tidak akan ada lagi masalah kecil yang berdampak besar. Sudah ada juga alternatif lain yang akan dilakukan jika terjadi suatu yang tidak diinginkan. Menurut KKP ini bisa berlangsung lebih lama lagi karena alur yang tepat akan membawa calon jemaah haji dengan nyaman.

Related to: Pelayan Makanan Jemaah Haji, Jika Sakit Harus Diganti