Pemerintah Akan Menaikan Harga Rokok Jadi Rp 50.000 Sebungkus

August 11, 2016

Baru-baru ini tersiar kabar yang mencengangkan karena rok akan naik sampai angka 50 ribu rupiah. Beberapa petani terlihat menjerit jika pemerintah benar-benar ingin menaikkan harga tersebut pada tahun 2016 ini. Bagaimana tidak karena hal ini akan mengurangi dampak pembelian rokok secara besar-besaran. Tidak hanya dari petani tembakau saja tetapi dari pengusaha dan pekerja dari pabrik rokok tersebut juga terlihat menolak kenaikan harga yang terlalu tinggi. Nantinya akan terjadi angka PHK yang akan naik secara drastis jika ada kemungkinan kenaikan akan terjadi.

Pemerintah Menaikan harga rokok

harga rokok akan naik

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia yaitu Sudarto mengungkapkan pada tahun 2014 saja sudah ada sekitar 26 ribu orang yang terkena PHK, jumlah ini berdasarkan dari perhitungan 15 perusahaan rokok yang gulung tikar karena bea cukainya yang terlalu tinggi. Dia menambahkan bahwa jika tahun depan terjadi kenaikan sebesar 23 persen saja dari bea tersebut akan berakibat 50 ribu orang terancam karena PHK. Memang pemerintah sepertinya akan ada kemungkinan untuk serius meningkatkan bea cukai tersebut.

Pada kisaran harga rokok tahun ini saja menginjak angka 12 ribu rupiah sampai 20 ribu rupiah. Ada kemungkinan jika perokok tanah air yang akan mempertimbangkan membeli rokok karena harganya terlalu tinggi yaitu sekitar 50 ribu per bungkusnya. Maka dari itu banyak orang yang menolak ide ini karena terlalu membebani pekerja dan masyarakat penikmat rokok itu sendiri.

Baca Juga  Vaksin Palsu, Rumah Sakit dan Dokter Jangan Dikorbankan

Dari Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), Forum Masyarakat Industri Rokok Indonesia (Formasi), Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia, dan Paguyuban Mitra Produksi Sigaret berencana untuk menolak secara besar-besaran terhadap ide ini karena akan dinilai merugikan bagi bisnis mereka.

Rencana penerimaan tarif cukai rokok ini terlihat dari target tahun 2016 ini naik menjadi 148.9 triliun rupiah padahal jika dibandingkan dengan cukai tahun ini saja hanya menginjak  harga 120.6 triliun rupiah. Kenaikan ini termasuk sangat tinggi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bisa dibayangkan jika tahun terdahulu saja sempat naik sehingga menimbulkan pemutusan hubungan kerja pada beberapa perusahaan yang gulung tikar.

Sepanjang semester pertama pada tahun 2015 saja produksi rok sudah turun sampai 7.16 persen menjadi sekitar 191.41 miliar batang saja. Pada waktu yang sama tahun 2014 lalu sekitar 206.17 miliar batang. Dari dampak tersebut mengakibatkan bahwa cukai juga ikut turun dari 0.13 persen menjadi 64.45 triliun rupiah saja pada semester pertama tahun 2015. Hal ini menjadi aneh karena pada periode yang sama pada tahun lalu sekitar 64.53 triliun rupiah. Di sini banyak yang mengungkapkan bahwa ada pemaksaan terhadap bea cukai yang terlampau lebih besar.

Baca Juga  IDI Menolak Imunisasi Sebelum Adanya Garansi Keamanan Apa Komentar Menkes?

Mungkin ada sisi dampak baik dan buruknya karena pada sisi baiknya akan mengurangi konsumsi rokok per tahun bagi masyarakat tanah air. Tidak hanya itu saja karena jika sering tidak merokok akan membuat tubuh menjadi lebih sehat dibandingkan dengan sebelumnya. Mungkin akan terjadi penolakan besar-besaran terhadap harga yang terlalu tinggi tersebut.

Untuk lebih jelasnya bisa menunggu informasi apakah bea cukai rokok tersebut akan jadi dinaikkan atau malah sebaliknya. Ada kemungkinan jika akan naik bisa mengakibatkan perusahaan rokok kecil menjadi gulung tikar karena beban biaya cukai yang terlalu tinggi. Pemerintah memang sebaiknya menindak secara bijak sana karena ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi.

Related to: Pemerintah Akan Menaikan Harga Rokok Jadi Rp 50.000 Sebungkus