Pengobatan Diabetes Dengan Lendir Ikan Lele Di Temukan Mahasiswa UGM

August 11, 2016

Diabetes merupakan penyakit yang harus diwaspadai, dampaknya bisa membuat luka bagian kaki menjadi sulit sembuh. Hal ini dipengaruhi karena terdapat zat gula yang berlebihan di dalam darah sehingga membuat penutupan luka menjadi sangat lama sekali. Baru-baru ini mahasiswa dari Universitas Gajah Mada (UGM) mengembangkan penemuan baru dari lendir ikan lele yang bisa dijadikan untuk obat bagi luka diabetes.

Proses penyembuhan yang sulit tersebut diakibatkan dari kerusakan syaraf atau aliran darah yang buruk. Jika tidak segera mendapatkan perawatan akan menjadi gawat karena kerusakan jaringan pada Luka akan menyebabkan amputasi. Bagi beberapa orang pastinya akan ngeri apabila sudah terlihat resik amputasi tersebut. Dalam penelitian tersebut dilakukan oleh 5 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Farmasi UGM. Penelitian dilakukan karena pada ikan lele memiliki imunitas jenis non spesifik dari lendir kulit lele tersebut.

Pengobatan diabetes dengan lendir ikan lele

Pengobatan diabetes dengan lendir ikan lele

Anggota dari Tim peneliti tersebut adalah Joshua Alif Wendy, Dion Adiriesta Dewanda, Megaria Ardiani, Utami Tri Khasanah, dan Raden Mas Ravi Hadyan. Dari salah satu anggota tersebut mengatakan bahwa ikan lele bisa bertahan hidup walau pada air tercemar sekalipun tetapi bisa tetap sehat tanpa mengalami infeksi. Itulah yang menjadi patokan mengapa hal tersebut bisa diangkat menjadi materi penelitian kali ini.

Baca Juga  Remaja Ciptakan Alat untuk Pernapasan Agar Terhindar Asap Rokok

Di dalam lendir atau kemukus ikan lele mengandung banyak sekali senyawa protein aktif berupa Antimicrobial Peptides (AMPs). Kandungan ini memiliki potensi untuk menyembuhkan luka karena memiliki aktivitas bakterisida yang sangat kuat untuk membunuh organisme bakteri. Ravi juga mengatakan bahwa lendir tersebut basi digunakan untuk pengobatan luka kronis seperti diabetes sekalipun ditambah lagi bisa menyembuhkan infeksi diabetes yang dihasilkan dari bakteri Methicillin Resistant Staphylococus arus (MRSA) yang ternyata kebal terhadap antibiotik saat ini.

Pada penggunaan lendir tersebut diaplikasikan menjadi sebuah salep yang sudah mengalami proses pengambilan lendir dari punggung lele berusia 4 sampai 6 bulan kemudian masih disentrifugasi dan dicampur dengan Poly Ethylen Glycon (PEG). Dari hasilnya tersebut diberi nama Super Clariac Biomimicry Helaing Agent atau yang mereka sebut dengan SCRIAC-BIOLINGENT.

Pada penelitian tersebut sudah dicoba menggunakan tikus yang teruka dan terlihat memberikan efek penyembuhan yang lebih baik dari biasanya. Utami mengatakan bahwa dari penelitian terlihat jelas bagaimana perkembangan salep yang dioleskan dan memberikan pengaruh yang lebih tinggi dari obat penyembuh pasar lainnya. Pada penerapannya memang sangat penting sekali karena salep yang ditemukan ini bisa membantu dalam dunia medis saat ini. Beberapa masalah yang ditimbulkan dari diabetes memang sangat mengancam kesehatan manusia namun berkat dari penemuan ini akan berlanjut dengan penemuan berikutnya.

Baca Juga  Berikut ini Adalah Makanan Yang Membuat Sumber Sakit Kepala

Usaha keras dari mahasiswa UGM tersebut terbayarkan karena penggunaannya kini tinggal menunggu waktu saja untuk masuk ke pasaran medis di Indonesia. Pemanfaatan apa yang ada di sekitar memang butuh perhatian khusus agar hal kecil yang ditemukan bisa berguna untuk mengatasi hal yang lebih besar lagi.

Dengan penemuan obat luka diabetes kali ini akan dikembangkan lagi beberapa penelitian yang akan menambah kesempurnaan dari produk tersebut. UGM memang kerap kali meneliti banyak hal yang sederhana tetapi sangat berguna untuk hal yang sangat besar. Dengan penelitian ini tentunya tidak akan mengganggu lagi tentang ketakutan terhadap luka yang diakibatkan oleh diabetes. Tentunya tetap dengan memberikan pengobatan yang sesuai agar kadar darahnya bisa turun dengan maksimal.

Related to: Pengobatan Diabetes Dengan Lendir Ikan Lele Di Temukan Mahasiswa UGM