Protein ini Dapat Menghindari Resiko Kematian Dini

August 10, 2016

Protein yang biasa dikonsumsi oleh manusia memang berasal dari protein hawani dan protein nabati. Namun baru-baru ini penelitian dari Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital menemukan bahwa seseorang yang berlebihan mengkonsumsi protein yang berasal dari hewani akan memiliki resiko kematian dini lebih tinggi dari orang kebanyakan. Dalam penelitian tersebut melibatkan setidaknya 130 ribu peserta penelitian dalam kurun waktu 36 tahun. Dari penelitian tersebut memantau dari pola makan, gaya hidup, dan kemungkinan kematian pada peserta tersebut.

Kematian dini

Ilustrasi kematian dini

Hasil dari penelitian tersebut menyebutkan bahwa protein dari hewani tersebut jika diganti dengan protein yang berasal dari nabati akan mengurangi tingkat resiko kematian dini yang besar. Dari setiap tiga persen saja pada konsumsi protein nabati akan menurunkan resiko kematian dini sebesar tiga puluh empat persen. Angka yang termasuk tinggi karena pada protein nabati memang memiliki kelebihan menjaga kesehatan tubuh.

Dari penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa resiko penyakit jantung bisa ditekan juga jika seseorang beralih dari protein hewani ke protein nabati. Untuk setiap perubahan konsumsi sebesar 3 persen saja dari protein nabati akan membantu mengurangi resiko kematian yang diakibatkan oleh jantung sebesar 12 persen. Dalam hal ini memang sangat membantu tubuh dalam memberikan asupan yang tepat untuk menunjang kesehatannya.

Baca Juga  Penyebab Stroke Bisa Disebabkan Karena Kelainan Irama Jantung

Net Doctor melansir pernyataan sendiri dari Dr Mingyang yang mengatakan bahwa jika tetap ingin mendapatkan protein hewani bisa memilih sumber yang tepat misalkan dari ikan dan ayam yang lebih baik dibandingkan dengan daging. Untuk protein nabati sendiri bisa didapatkan dari sumber alami kacang-kacangan, kacang kedelai, biji-bijian, umbi, dan masih banyak lagi. Terlebih lagi pada buah alpukat yang dikenal sebagai sumber protein nabati yang baik juga bisa anda gunakan. Pada alpukat mengandung asam amino yang penting untuk tubuh karena tidak dibuat oleh tubuh.

Walau dari penelitian tersebut yang mengungkapkan bahwa protein nabati lebih baik dari protein hewani tetap saja anda tidak harus langsung menjauhinya karena protein hewani juga masih dibutuhkan untuk kondisi tertentu. Untuk memilih protein dengan cerdas anda perlu memilihnya dengan mempertimbangkan masa depan anda. Beberapa makanan olahan yang memiliki protein yang harus dikurangi adalah protein hewani yang berasal dari sosis, daging olahan, sampai daging kemasan. Ditambah lagi pada daging yang masih segar juga tidak harus dikonsumsi berlebihan.

Baca Juga  Harga Vaksin Palsu di RS Harapan Bunda Mencapai Rp1 Juta

Menurut Ahli diet senior Victoria Taylor dari British Heart Foundation sendiri mengatakan bahwa satu porsi ikan berlembak dalam seminggu sudah cukup dalam memberikan keseimbangan gizi dalam tubuh. Ditambah lagi porsi yang sesuai akan membuat kebutuhan nutrisi semakin baik. Beberapa hal tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan anda dalam menentukan makanan apa yang ingin dikonsumsi dan makanan apa yang perlu dihindari.

Tidak salah jika tetap memakan makanan yang mengandung protein hewani tetapi tetap dalam skala yang masih diperbolehkan. Pada kasus tertentu memang diharuskan mengkonsumsi protein hewani karena dianggap bisa melengkapi gizi dalam tubuh secara cepat. Alternatif makanan lain juga sudah dijabarkan sehingga porsi anda bisa diatur sedemikian rupa untuk menjaga gizi yang seimbang. Dengan mengurangi dampak kematian dini akan membantu seseorang dalam menggapai impiannya. Jika anda mengkonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan juga akan mendapatkan hasil lain kerena kandungannya yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Related to: Protein ini Dapat Menghindari Resiko Kematian Dini