Risiko Eklampsia Kehamilan Kedua

March 1, 2015

Secara umum, ibu hamil pasti akan mengalami berbagai komplikasi dan ketidak nyamanan selama kehamilan. Komplikasi selama kehamilan biasanya berupa eklampsia, preklampsia, keguguran. Sedangkan untuk ketidak  nyaman umumnya mencakup mual, muntah, refluks asam lambung, diare, dan lain-lain. Eklampsia dan preklampsia merupakan dua di antara banyak komplikasi kehamilan yang menjadi fokus utama selama kehamilan.

7. Risiko Eklampsia Kehamilan Kedua

Preklampsia dan Eklampsia

Sebelumnya, preklampsia disebut toksemia dalam dunia medis. Preklampsia adalah suatu kondisi yang berkembang selama kehamilan, ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kadar protein yang tinggi dalam urin. Wanita yang mengalami preklampsia umumnya juga merasakan bengkak pada kaki, tungkai, dan tangan. Kondisi ini biasanya terjadi pada paruh kedua kehamilan, seringkali pada bagian akhir kedua atau trimester ketiga, namun juga bisa terjadi lebih awal. Preklampsia bisa berbahaya bagi bayi, bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Nah, bagaimana dengan eklampsia? Eklampsia merupakan gejala lanjutan dari pre-eklampsia. Eklampsia adalah kejang pada wanita hamil. Gejala ini tidak terkait dengan kondisi otak dan biasanya diakibatkan oleh masalah pembuluh darah, diet dan faktor gen.

Eklampsia dialami sekitar satu dari setiap 2.000 kehamilan, dan sekitar satu dari setiap 50 wanita yang memiliki preeklamsia berat. Jika Anda mengalami eklampsia pada kehamilan sebelumnya, maka Anda juga berisiko mengalami kondisi yang sama di kehamilan berikutnya.

Baca Juga  Cara Naik Berat Badan Untuk Anak-Anak Agar Tetap Sehat

Jika Anda memiliki preklampsia sebelumnya, risiko Anda mengalami eklampsia tergantung pada tingkat keparahan dan waktu terjadinya gangguan kehamilan ini pada kehamilan sebelumnya. Secara umum, jika preeklampsia terjadi semakin awal maka akan semakin parah gangguan kehamilan yang ditimbulkan, serta semakin besar juga kemungkinan Anda mengalami eklampsia.

Jika Anda memiliki eklampsia pada kehamilan sebelumnya, Anda juga berpotensi mengalami eklampsia pada kehamilan selanjutnya dengan risiko sebesar2%.

 

Tindakan Pencegahan

Untuk mengurangi risiko preeklampsia atau eklampsia pada kehamilan kedua, pertimbangkan hal berikut:

  • Sebelum hamil, mintalah dokter untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait tekanan darah dan fungsi ginjal Anda.
  • Jika Anda atau kerabat dekat mengalami pembekuan darah pada pembuluh vena atau paru sebelumnya, diskusikan dengan dokter mengenai tes untuk mengevaluasi kelainan pembekuan darah (thrombophilias). Cacat genetik tersebut dapat meningkatkan risiko preeklampsia dan pembekuan dalam pembuluh darah plasenta.
  • Jika Anda mengalami obesitas, usahakan untuk menurunkan berat badan. Penurunan berat badan dapat memperkecil risiko Anda mengalami preeklamsia lagi.
  • Jika Anda memiliki insulin-dependent diabetes mellitus, kontrol gula darah Anda sebelum hamil dan pada awal kehamilan untuk mengurangi risiko preeklampsia selanjutnya.

Pencegahan preeklampsia dan eklampsia sudah menjadi fokus dari beberapa uji klinis. Berikut daftar obat-obatan dan suplemen yang telah dipelajari secara ekstensif dan terbukti berpotensi mencegah preeklampsia dan eklampsia:

  • kalsium(misalnya, Os-Cal);
  • suplemen minyak ikan(misalnya, Promega);
  • suplemen dengan vitamin C dan E; dan
  • aspirin bayi
Baca Juga  RESEP OBAT PUSING YANG AMAN UNTUK IBU HAMIL

Namun, cara terbaik untuk menjaga kehamilan Anda adalah dengan menemui dokter secara teratur. Mulailah perawatan kehamilan pada awal kehamilan dan ikuti jadwal kunjungan Anda. Kemungkinan, dokter akan memeriksa darah dan urin Anda saat pertemuan pertama. Sepanjang kehamilan, tes ini dapat diulang untuk membantu deteksi dini preeklampsia dan eklampsia.

Jika Anda mengembangkan gejala pre-eklampsia selama kehamilan, Anda dan bayi Anda akan dimonitor secara teratur. Pengobatan— difokuskan untuk menunda timbulnya penyakit parah dan memperpanjang kehamilan sampai waktu persalinan— mungkin termasuk mengukur tekanan darah sendiri dan membatasi kegiatan. Jika ada perubahan dalam kondisi Anda, Anda mungkin harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Tags: ,

Related to: Risiko Eklampsia Kehamilan Kedua