Rumah Sakit yang Diduga Gunakan Vaksin Palsu Bertambah

August 2, 2016

Rumah sakit yang berlangganan vaksin palsu kini bertambah. Jika sebelumnya terdapat empat rumah sakit, kini jumlahnya menjadi 12 rumah sakit yang berlangganan vaksin palsu. Rumah sakit tersebut berada di wilayah Pulau Jawa dan Sumatera.

2016-07-12-20-08-55-691869173

Brigjen Agung Setya, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) mengatakan, bahwa saat ini tim penyidik masih mendalami kasus vaksin palsu tersebut.

“Karena kita membutuhkan fakta yang real dari proses penyebaran vaksin palsu itu seperti apa,” ujar Agung belum lama ini di Mabes Polri.

Nama 12 rumah sakit tersebut masih belum bisa dibeberkan. Agung berharap Tim Satgas dapat bekerja secara maksimal dengan tukar menukar informasi, sehingga dalam mengambil langkah penindakan bisa lebih cepat dan kasus vaksin palsu ini pun dapat selesai dengan tuntas.

Agung menambahkan, bahwa saat ini Bareskrim belum bisa memastikan rumah sakit yang diduga terlibat dalam kasus ini apakah melanggar aturan atau tidak. Hal tersebut, menurut dia, masuk ke dalam ranah Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga  Pasien Korban Vaksin Palsu Di Vaksin Ulang Rumah Sakit Elisabeth

Bareskrim rencananya akan mengunjungi Kemenkes untuk rapat koordinasi dengan Tim Satgas. Beberapa hal yang merupakan tugas pokok serta fungsi dari masing-masing pihak akan dibahas.

(Baca Juga : Bertanggung Jawab Dampak Vaksin Palsu, Kemenkes Gelar Imunisasi Dasar )

Dari rapat koordinasi tersebut diharapkan ada beberapa hal yang harus diprioritaskan untuk segera ditangani. Dan salah satu yang menjadi prioritas adalah penanganan balita yang terkena vaksin palsu.

Hingga saat ini, Bareskrim sudah mengirim 10 nama balita yang terkena vaksin palsu ke Kemenkes. Selanjutnya, daftar nama-nama balita tersebut akan didistribusikan oleh Kemenkes ke puskesmas atau ke dinas kesehatan setempat.

Penyaluran Vaksin Harus Resmi

Vaksin palsu yang diduga sudah beredar selama 13 tahun. Untuk mencegah terulangnya kembali kejadian serupa, baik Bareskrim, Kemenkes, serta BPOM sepakat vaksin yang nanti akan didistribusikan harus resmi.

Agung mengatakan, semua sarana dan fasilitas kesehatan harus dari disteibutor resmi. Tidak hanya itu saja, setiap sarana kesehatan nantinya akan diaudit intrnal tentang vaksin yang ada saat ini. “Agar tahu, dari mana saja persediaan yang ada sekarang ini,” ujarnya.

Baca Juga  5 GEJALA KANKER HATI, no 1 nya Banyak Orang Mengabaikan

Selama ini, ujar Agung, bahwa pengawasan penyebaran vaksin itu sudah ketat. Tetapi, celah yang ada dapat dimanfaatkan oleh pelaku.

“Namanya juga penjahat. Begitu ada kesempatan dan keuntungan, langsung dia lakukan. Kita tahu bagaimana cara penjahat itu bekerja, dan bagaimana cara mereka memanfaatkan kesempatan yang ada,” tutur Agung.

Penyidik sudah menetapkan 18 orang tersangka yang terdiri dari pembuat, distributor, serta tenaga medis yang terlibat dalam kasus vaksin palsu tersebut. Para pelaku ditangkap di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Banten serta Semarang, dan Jawa Tengah. Dua dari 18 orang tersangka vaksin palsu tidak ditahan karena mereka masih di bawah umur.

 

Tags:

Related to: Rumah Sakit yang Diduga Gunakan Vaksin Palsu Bertambah