Sosialisasi Pencegahan Kanker Rahim di Seluruh Indonesia

November 12, 2016

Kanker rahim adalah salah satu penyakit yang menjadi momok bagi para wanita di dunia. Kanker mulut atau leher rahim sendiri merenggut nyawa banyak wanita yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, kini pemerintah tengah menggalakkan sosialisasi akan pentingnya kesadaran akan pencegahan kanker rahim bagi wanita.

Beberapa waktu mendatang melalui BPJS Kesehatan, pemerintah menggelar pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan juga Papsmear secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah penting ini dilakukan pemerintah guna meningkatkan kesadaran para wanita akan pentingnya pencegahan penyakit kanker rahim yang mematikan.

sosialisasi kanker rahim

sosialisasi kanker rahim

Menurut para pakar kesehatan, mereka yang rawan terserang penyakit kanker rahim adalah para wanita yang hamil dalam usia tak muda lagi. Kehamilan di usia 40 tahun ke atas memang amat berbahaya dan juga penuh resiko. Selain itu mereka yang kurang menjaga daerah kewanitaannya juga rawan terserang penyakit kanker rahim. Oleh karena itu, pemerintah mensosialisasikan pada para wanita agar memeriksakan dirinya sedini mungkin.

Kini pemerintah pun lebih memudahkan para wanita yang akan melakukan pemeriksaan kanker rahim. Jika dulu diperlukan surat rujukan, kini para wanita hanya perlu menunjukkan kartu BPJS Kesehatan miliknya ke fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan pihak BPJS. Hal ini tentu akan sangat bermanfaat bagi para wanita yang akan memeriksakan dirinya ke faskes BPJS.

Baca Juga  Terkait Vaksin Palsu, LPSK Minta Rumah Sakit Terbuka Pada Polisi

Bagi anda yang belum tahu apa itu pemeriksaan IVA, pemeriksaan IVA adalah pemeriksaan dengan cara inspeksi visual pada bagian serviks dengan cara diberi asam asetat. Metode pemeriksaannya tidak menyakitkan, anda hanya akan diberi asam asetat 3-5% pada bagian leher rahim anda lalu didiamkan selama 1 menit. Hasil dari pemeriksaan akan anda dapatkan secara instan saat itu juga.

Sedangkan pemeriksaan papsmear adalah pemeriksaan kondisi leher rahim dengan cara memeriksa sel-sel yang ada di leher rahim dan vagina. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasukkan sebuah alat bernama spekulum ke dalam mulut vagina. Alat ini gunanya untuk menambah lapang pandang bagi dokter. Setelah itu dokter akan mengambil sampel sel pada leher rahim. Sampel tersebut nantinya akan dikirim ke laboratorium untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan papsmear memang aman namun kadang hasil yang didapatkan kurang akurat karena beberapa hal. Penyebab ketidak akuratan tersebut biasanya adalah jumlah sel yang diambil terlalu sedikit atau komposisi yang kurang tepat. Untuk mendapat hasil yang akurat anda harus menghindari hubungan seksual, rajin membersihkan vagina dan juga memakai krim vagina kurang lebih 2 hari sebelum tes.

Baca Juga  Remaja Ciptakan Alat untuk Pernapasan Agar Terhindar Asap Rokok

Salah satu instansi pemerintah yang menyambut baik sosialisasi ini adalah Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP. Di instansi tersebut, 200 karyawan wanita yang bekerja disana turut serta dalam pemeriksaan IVA dan Papsmear yang dilakukan oleh pihak BPJS Kesehatan. Hal ini terlaksana berkat dukungan dari Deputi Bidang Pengawasan dari instansi tersebut. Dukungan dari para pemimpin sangat diperlukan guna mensosialisasikan gerakan sadar kanker rahim ini.

Pada waktu yang bersamaan, pihak Walikota Jakara Timur Bapak Bambang Musyawardana juga mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan melakukan sosialisasi yang sama pada warga wanita di daerahnya agar tidak takut untuk melakukan pemeriksaan kanker rahim sedini mungkin. Hal ini sangat penting, mengingat kanker rahim adalah salah satu kanker ganas yang paling banyak memakan korban selain kanker payudara.

Tags: ,

Related to: Sosialisasi Pencegahan Kanker Rahim di Seluruh Indonesia