Tata Cara Prosedur Pelaksanaan Vaksin Ulang Untuk Anak

August 2, 2016

Dari kasus vaksin palsu yang sedang ramai diperbincangkan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru-baru ini menjelaskan prosedur vaksinasi ulang bagi anak korban pemberian vaksin palsu. Hal ini berkaitan dengan hasil investigasi yang menyatakan 14 rumah sakit dan delapan klinik atau bidan yang diyakini menggunakan vaksin palsu. Hal itu memang sudah diumumkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu.

“Setelah diverifikasi, terdapat data anak yang positif bisa melakukan imunisasi ulang,” ucap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Oscar Primadi.

Koran_Sindo_Nasional_2016-07-19_News_Pemerintah_Jamin_Vaksin_Ulang_1

Di bawah ini merupakan prosedur pemberian vaksinasi ulang, yaitu:

  1. Orang tua atau keluarga dapat membawa anak yang akan diimunisasi ulang ke Puskesmas maupun Rumah Sakit terdekat sesuai dengan waktu yang akan ditentukan. Jangan lupa untuk membawa buku KIA atau buku imunisasi anak, dan harus dipastikan anak dalam keadaan sehat dan tidak sedang demam.
  2. Kemudian petugas melakukan pencatatan atau pendaftaran kepada anak yang akan dilakukan vaksinasi ulang.
  3. Ketika dilakukan vaksinasi, tenaga dokter wajib member penjelasan mengenai pemberian vaksinasi kepada orang tua ataupun keluarga.
  4. Dokter akan melakukan pemeriksaan rekam imunisasi dan menentukan kebutuhan catch-up imunisai anak, melakukan pemeriksaan kesehatan anak, menentukan apakah ada tidak halangan pemberian vaksinasi ulang.
  5. Jika terdapat halangan ketika dilakukan imunisasi ulang, dokter akan menyarankan langkah-langkah yang perlu dilakukan orang tua bagi si anak.
  6. Vaksinasi ulang diberikan kepada anak. Pemberian ulang dicatat di dalam rekam medis dan juga buku kesehatan anak. Jika da rencana imunisasi selanjutnya, maka jadwal kedatangan akan dituliskan did alam rekam medis dan juga buku kesehatan anak.
  7. Orang tua ataupun keluarga diharapkan untuk memantau keadaan anak pasca imunisasi. Jika timbul adanya gejala penyakit ataupun reaksi yang tidak diinginkan dalam 30 hari setelah vaksinasi ulang diberikan, maka segeralah kembali ke tempat imunisasi supaya bisa dipantau dan kejadian tersebut akan dilaporkan ke dinas kesehatan untuk dilakukan proses kajian oleh Pokja KIPI. Selanjutnya akan dilakukan analisis apakah ada hubungannya dengan vaksin atau tidak.
  8. Petugas rumah sakit maupun puskesmas wajib mencatat jenis imunisasi dan logistic vaksin yang diberikan.
  9. Laporan dari kegiatan pelaksanaan vaksin ulang akan dilaporkan secara berkala kepada dinas kesehatan sampai kepada Kemenkes setiap harinya.
Baca Juga  Cara Cepat Menghilangkan Lemak di Perut Dengan 6 Langkah Mudah

Kemudian Oscar menjelaskan proses imunisasi ulang yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. “Vansin yang akan digunakan untuk imunisasi ulang wajib yang diulang dan disediakan oleh pemerintah,” jelas Orcar.

Tags:

Related to: Tata Cara Prosedur Pelaksanaan Vaksin Ulang Untuk Anak