Terkait Penemuan 200 Serum Palsu, BPOM Perketat Pengawasan

August 12, 2016

Kepolisian Kota Pekanbaru bersama dengan BBPOM Pekanbaru akan memperketat pengawasan terhadap peredaran barang yang masuk ke apotek dan klinik untuk mencegah serum Paulus masuk ke dalamnya. Pengawasan ini merupakan langkah yang tepat karena setelah terungkapnya peredaran serum palsu di area Pekanbaru yang menjadi perbincangan saat ini. Kapolresta Pekanbaru Kombes Polisi Toni Hermawan mengatakan bahwa penemuan serum palsu tersebut sangat berbahaya dan berdampak buruk jika sampai digunakan.

Serum palsu

Penemuan serum palsu

Pengawasan dilakukan untuk melacak barang lain yang ada di apotek dan klinik yang ikut menyebarkan serum palsu tersebut. Setidaknya ada 350 apotek dan klinik yang berada dalam pengawasan BBPOM dan Polisi setempat sehingga peredarannya akan dijaga sepenuhnya. Saat ini polisi Pekanbaru sudah menetapkan inisial R sebagai tersangka utama serum palsu sedangkan 3 lainnya masih dalam tahanan petugas.

Pengembangan yang dilakukan terhadap R yang merupakan pengedar sekaligus pemasok masih menjadi titik utama pada kasus serum palsu. Menurut dari Toni identitas R sudah ada di tangan sehingga tinggal melakukan perburuan terhadapnya karena masih buron. Setidaknya Senin lalu (1/8) sudah ditemukan sekitar 200 serum palsu yang diamankan oleh petugas dari dua tersangka yaitu PS dan Sa. Hal ini terus dikembangkan mengingat masih ada jaringan lain yang beredar di Pekanbaru.

Baca Juga  Sekarang Bayar BPJS dan Asuransi Komersial Hanya Bayar Sekali Saja

Sebetulnya PS dan Sa merupakan sale yang bertindak memasarkan atau menawarkan serum palsu itu saja. Setelah beberapa hari penangkapan tersebut polisi kembali menetapkan satu orang tersangka lagi sebagai tersangka yaitu inisial A yang merupakan pemilik apotek Lekong Farma di Pekanbaru yang berada di Jalan Hang Tuah. Pemecahan kasus serum palsu tersebut berawal dari temuan 20 botol vaksin palsu yang terdiri dari 10 botol anti tetanus serum dan 10 botol anti bisa ular oleh BBPOM akhir Juli lalu.

Dari penemuan tersebut akhirnya polisi setempat mengerahkan timnya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan hasil penemuan barang bukti yang lebih besar. Para tersangka tersebut masih ditahan lantaran ada kemungkinan jaringan yang lebih besar lagi yang terlibat. Mapolresta Pekanbaru masih akan mengembangkan kasus dan menjalankan beberapa penyelidikan mengingat R masih buron. Beberapa apotek masih menjadi titik perhatian khusus karena masih rawan dengan masuknya barang yang serupa.

Dari barang bukti yang sudah disita akan dilakukan penelitian lebih lanjut tentang bahan apa saja yang dipakai dan dampaknya ketika digunakan. Namun pihaknya menerangkan bahwa ada dampak buruk jika serum palsu tersebut digunakan mengingat seharusnya fungsi penting dari serum tersebut dapat menyembuhkan tetanus dan sebagai anti bisa ular. Dengan temuan ini BBPOM akan bersama dengan polisi akan mengembangkan pengawasan lagi ke tempat lainnya yang masih menjadi sasaran segar untuk masuknya barang palsu serupa.

Baca Juga  Warga Pekanbaru Ditangkap Polisi Karena Pemalsuan Serum dan Vaksin

Kasus serum palsu di Pekanbaru ini masih menjadi koreksi besar mengingat masih banyak kota lain yang menjadi sarang pengedaran serupa. Himbauan kepada masyarakat untuk lebih waspada dalam membeli dan memilih obat-obatan yang dijual di apotek atau klinik. Barang bukti tersebut masih menjadi sitaan polisi terhadap peredaran serum palsu lain. Baru-baru ini banyak kaitannya dari vaksin palsu untuk balita sampai beredarnya serum palsu membuktikan bahwa Indonesia masih rawan dalam peredaran barang palsu. Hal ini menjadi koreksi besar terhadap polisi dan BBPOM untuk menggelar penyidikan lebih lanjut dan lebih mengawasi peredaran barang palsu di masyarakat.

Tags:

Related to: Terkait Penemuan 200 Serum Palsu, BPOM Perketat Pengawasan