Terkait Vaksin Palsu, LPSK Minta Rumah Sakit Terbuka Pada Polisi

August 2, 2016

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) meminta kepada rumah sakit dan klinik yang terduga menjadi korban peredaran vaksin palsu untuk dapat memberikan keterangan dan informasi kepada pihak kepolisian secara terbuka. Dengan memberikan informasi secara terbuka dan menyeluruh akan dapat mempermudah pihak kepolisian untuk dapat membongkar kasus ini, dan juga mampu mengungkap siapa saja yang terlibat dalam  peredaran dan penggunaan vaksin palsu tersebut.

Abdul Haris Semendawai selaku ketua LPSK mengatakan, diduga Rumah Sakit dan Klinik di sekitar Jabodetabek telah menggunakan vaksin palsu selama beberapa tahun lalu, bahkan Kementerian Kesehatan belum lama telah melansir sejumlah Rumah Sakit dan Klinik yang tersebar di daerah Bekasi, dan Jakarta Timur yang terbukti melakukan penggunaan dari vaksin palsu. Sehingga hal ini tentu akan menyulitkan untuk mendeteksi berapa banyak anak yang menjadi korban dari penggunaan vaksin palsu tersebut.

(baca juga : Vaksin Palsu Menyebar di Sembilan Provinsi)

“Untuk dapat membongkar praktek ini tentu diperlukan saksi dari orang-orang yang berada di lingkungan rumah sakit dan klinik. Hal itu akan terlihat siapa yang terlibat dalam praktek ini, mungkin saja perawat, dokter atau pihak manajemen rumah sakit yang dapat terlibat dalam peredaran vaksin palsu kepada masyarakat,” kata Abdul Haris.

Baca Juga  Sekarang Bayar BPJS dan Asuransi Komersial Hanya Bayar Sekali Saja

Kepolisian saat ini telah menetapkan beberapa tersangka yang terlibat dalam produksi dan penggunaan vaksin palsu, namun LPSK menaksir masih banyak lagi pihak-pihak yang ikut terlibat dalam penyebaran vaksin palsu yang disuntikkan kepada anak-anak, namun hal itu belum terungkap oleh pihak penegak hukum.

vaksin palsu

Ahmad Haris mengatakan bahwa LPSK akan siap melindungi setiap saksi yang bersedia untuk memberikan kesaksian untuk dapat membantu aparat kepolisian dalam membongkar kejahatan yang dapat mengancam keselamatan generasi muda di Indonesia. Berdasarkan Undang-undang Perlindungan Saksi dan Korban LPSK mengamantkan untuk melindungi saksi, pelapor dan juga saksi pelaku tindak pidana.

“ Di dalam UU Perlindungan Saksi dan Korban, saksi yang dimaksud adalah orang uang bisa memberikan keterangan untuk kepentingan hukum mengenai tindakan pidana. Dan pelapor yaitu orang yang memberikan keterangan tentang pidana yang akan, sedang ataupun telah terjadi,” kata Ahmad Haris.

Beberapa media memberitakan bahwa akan ada salah satu dokter yang akan siap membongkar para pengguna vaksin palsu lainnya, tentu saja hal tersebut patut diberikan apresiasi karena akan membantu aparat kepolisian dalam mengusut kasus penggunaan vaksin palsu tersebut. Ahmad Haris juga menghimbau kepada seluruh pihak khususnya seluruh pihak-pihak yang berada di lingkungan rumah sakit dan klinik dimana vaksin palsu itu beredar untuk dapat aktif dalam memberikan keterangan kepada pihak kepolisian. Jika merasa mendapatkan ancaman dari pihak pelaku maka jangan ragu untuk melaporkan kepada LPSK yang siap sedia membantu melindungi siapapun yang beritikad baik membantu.

Baca Juga  25 Pasien Positif Menjadi Korban Vaksin Palsu di Rs Elisabeth
Tags:

Related to: Terkait Vaksin Palsu, LPSK Minta Rumah Sakit Terbuka Pada Polisi