Ternyata Masih Banyak Perusahaan yang Belum Mengikuti BPJS

August 16, 2016

BPJS atau yang lebih dikenal dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial merupakan program pemerintah untuk menanggulangi masalah asuransi pada sebuah perusahaan. Beberapa perusahaan memang sudah mengikutkan karyawannya untuk ditanggung oleh BPJS tersebut namun masih banyak yang belum menggunakannya. BPJS sendiri dinilai sangat menguntungkan dan membantu karena ketika sakit maka biaya yang dikeluarkan akan ditanggung oleh BPJS begitu juga jika ada kejadian yang mengharuskan masuk ke rumah sakit.

Beberapa alasan banyak perusahaan yang belum ikut BPJS adalah sudah memiliki badan lain untuk pertanggungan karyawan yang ingin berobat dalam hal ini sudah memiliki instansi lain dalam bidang asuransi selebihnya banyak perusahaan juga yang tidak begitu mementingkan pengobatan untuk karyawan. Ratusan perusahaan di eks Karesidenan Pekalongan banyak yang terlihat tidak mengikutkan karyawannya untuk menjadi peserta BPJS.

Badan Penyelengara jaminan sosial (BPJS)

Badan Penyelengara jaminan sosial (BPJS)

Untung Patti Wicaksono selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan mengatakan bahwa ada sekitarnya 400 perusahaan yang ada di Pekalongan yang belum mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS, jumlah tersebut tersebar ke beberapa kota atau kabupaten yang menjadi satu wilayah dengan BPJS Pekalongan.

Menurutnya angka tersebut dari data sementara, masih ada perusahaan lain yang tersebar dan belum masuk ke data BPJS Pekalongan. Beberapa perusahaan lain belum diketahui karena sulitnya mendata perusahaan mana saja yang masih aktif dan beroperasi. Untung menambahkan bahwa seluruh perusahaan wajib untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan sebagai bentuk cover terhadap karyawannya. Perusahaan yang sudah mendaftarkan diri ke BPJS Kesehatan Pekalongan ada sekitar 815 perusahaan dengan total sekitar 120.000 peserta. Dari angka tersebut tersebar juga ke seluruh Pekalongan.

Baca Juga  Sudah Diduga Akan Banyaknya Jumlah Korban Vaksin Palsu, Sudah 165 Anak di Kota Bekasi Saat ini Yang Terdata

(Baca Juga : Berita BPJS Palsu )

Dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 yang menjelaskan bahwa BPJS mewajibkan pemberi kerja secara bertahap wajib mendaftarkan diri dan pekerjanya untuk menjadi peserta BPJS sesuai program jaminan sosial yang diikuti. Maka dari itu hukum dari BPJS adalah wajib bagi perusahaan untuk segera mendaftarkan dirinya dan karyawannya.

Bagi perusahaan yang tidak mendaftarkan diri berarti sudah melanggar undang-undang yang nantinya bisa mendapatkan sanksi hukum yang berlaku. Dalam waktu tempo seminggu tidak akan dilakukan pengecekan terhadap perusahaan tersebut tetapi jika masih tidak ada respons dari perusahaan tersebut pihak BPJS akan memberikan surat tembusan ke kejaksaan.

Menurut Untung jika sampai jatuh tempo belum ada perusahaan yang melaksanakan kewajibannya maka BPJS akan memberikan sanksi secara tertulis kedua yang memiliki jatuh tempo sepuluh hari. Apabila tidak ada respons lagi maka sanksi akan langsung diberlakukan. Jika perusahaan masih tetap bandel maka BPJS akan mengirimkan sura ke Dinas Perizinan Terpadu, Dinsosnakertrans, dan pemerintah daerah untuk menghentikan layanan publik bagi perusahaan yang bandel tersebut.

Baca Juga  Cara Mengatasi Gangguan Pencernaan Yang Wajib Diketahui

Misalkan jika ingin meminta izin untuk membangun usaha baru, izin mendirikan bangunan, sampai mempekerjakan karyawan asing. Dari pihaknya sendiri akan terus melakukan sosialisasi kepada perusahaan untuk arti penting BPJS. Memang masih memberlakukan langkah persuasif tetapi juga pelan-pelan mulai menerapkan sanksi tersebut.

Untung menambahkan bahwa sudah ada MoU yang ditandatangani juga oleh Kejari sehingga nantinya akan ikut menindak perusahaan yang nakal. Kejari sendiri memang bertugas untuk menunggu dahulu jika BPJS terdapat permasalahan dengan perusahaan. Jadi memang prosesnya harus diberikan surat kuasa khusus untuk mewakili lembaga dari pemerintah baru akan ditindak lanjuti lebih jauh.

Dari Kejari sendiri mengatakan bahwa pihaknya tidak akan segan dalam menindak perusahaan yang nakal tersebut karena sudah tertulis sebagai kewajibannya, apabila tidak maka akan dikenakan sanksi tegas karena masuk dalam pidana korupsi.

Tags:

Related to: Ternyata Masih Banyak Perusahaan yang Belum Mengikuti BPJS