Vaksin Palsu, Rumah Sakit dan Dokter Jangan Dikorbankan

August 2, 2016

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI, mengingatkan pemerintah agar jangan langsung menyalahkan dokter juga rumah terkait mengenai terkuaknya peredaran vaksin palsu pada bulan Juni lalu. Fahri berpendapat, dokter dan rumah sakit juga termasuk korban, karena pemerintah tidak mengawasi peredaran vaksin palsu dengan cermat.

korban vaksin palsu

“Mereka itu kan hanya konsumen dan disuplai melalui jalur resmi. Pemerintah seharusnya melakukan investigasi pada proses masuknya vaksin palsu tersebut ke dalam sistem distribusi resmi kabarnya hanya dikuasai oleh 1 BUMB,” tutur Fahri.

Fahri menyampaikan, seharusnya vaksin palsu yang diduga impor barang tersebut diverifikasi oleh BPOM terlebih dahulu, sebelum didistribusikan melalui ketentuan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan.

“Menuntut rumah sakit bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Terkecuali sudah terbukti, bahwa secara instiuti rumah sakit terkait memang terlibat dari bagiam jaringan pengedaran vaksin palsu. Perawat, dokter, klinik serta rumah sakit itu jangan dikorbankan karena dalam peredaran obat serta vaksin, keempat unsur yang disebutkan itu adalah user. Mereka hanya menggunakan,” ujarnya.

Baca Juga  Balita Menderita Penyakit Gatal Setelah Di Imunisasi Efek Vaksin Palsu

Sampai saat ini, Politikus PKS ini belum melihat adanya prosedur standar pengujian dari keaslian atau tidaknya obat atau vaksin yang dapat dilakukan oleh user, dalam penyebaran obat serta vaksin palsu tersebut. Menurut Fahri, harusnya produsen dan ditributor yang ditelusuri bukan user.

“Dalam perkara ini perlu dipertanyakan kinerja dari pemerintah dalam melakukan pengawasan obat serta vaksin,” tuturnya.

Tidak hanya sampai di situ saja, Fahri juga meminta pemerintah agar menghargai proses hukum dan jangan main hakim sendiri. Keputusan pemerinta menyebutkan nama-nama pengguna vaksin palsu secara luas di media massa, sungguh sangat disayangkan.

“Masyarakat yang gelisah dan tidak mengerti harus melakukan tindakan apa, akhirnya mereka pun main hakim sendiri. Beberapa dari dokter juga rumah sakit mendapatkan ancaman fisik,” ujarnya melanjutkan.

Langkah selanjutnya, pemerintah harus bisa segera menyelesaikan kasus peredaran vaksin serta obat palsu tersebut sesuai dengan porsi dan wewenangnya. Selain itu, pemerintah juga harus bisa menenangkan masyarakat yang telah terlanjur cemas juga panik karena merasa khawatir vaksin palsu tersebut akan memberikan dampak buruk untuk jasa pelayanan kesehatan di masa mendatang.

Baca Juga  Hukuman Dokter Yang Terlibat Pemberian Vaksin Palsu

“Saya sampaikan sekali lagi, dokter, perawat, klinik serta rumah sakit jangan dikorbankan. Tetapi yang harus bertanggung jawab di sini adalah produsen, distributor dan penjual vaksin palsu. Pemerintah juga harus bertanggung jawab karena telah terjadi kelengahan di lembaga pengawas, dan seharusnya lembaga pengawas juga mendapatkan sanksi,” tutupnya.

 

Tags:

Related to: Vaksin Palsu, Rumah Sakit dan Dokter Jangan Dikorbankan