Warga Pekanbaru Ditangkap Polisi Karena Pemalsuan Serum dan Vaksin

August 10, 2016

Balai Pengawasan Obat dan Makanan Riau dan Polisi Pekanbaru kembali menangkap dua orang pelaku pengedaran vaksin dan serum palsu. Dua pelaku ini berinisial S dan P yang kedapatan memiliki dan mengedarkan vaksin tersebut ke beberapa tempat. Tentu akan sangat bahaya sekali karena vaksin dan serum palsu digunakan sebagai penangkal penyakit yang datang nantinya.

Kapolresta Pekanbaru yaitu Kombes Polisi Tonny Hermawan yang mengatakan bahwa dari tangan tersangka penyidik menyita setidaknya 200 sampul barang bukti. Mereka hanya mengaku mengedarkan dan menjual saja serum palsu tersebut karena dibuat oleh orang lain. Dua tersangka tersebut menggunakan modus yaitu menawarkan ke apotik sebagai sales serum tersebut.

vaksin dan serum palsu

Ilustrasi vaksin dan serum palsu

Kombes tersebut menerangkan dalam upayanya menangkap kedua orang ini dilakukan dengan cara menyamar sebagai pembeli serum sehingga ketika berada di lokasi langsung dilakukan pembekukan. Terdapat dua tempat yang berbeda yaitu satu di Mal SKA dan satunya lagi di Jalan Riau. Tambahnya lagi, polisi juga menyegel toko obat yang dijadikan sebagai pusat penjualan serum dan vaksin palsu tersebut. Dalam upaya mencari jaringan terbesarnya sekarang ini polisi sedang mengerahkan anggota khususnya untuk menyelidiki jaringan yang masih beredar terutama yang berhubungan dengan tersangka.

Baca Juga  Instruksi Dari Pihak Menkes Jika Menemukan Vaksin Palsu (Lagi)

BPOM Riau sendiri menemukan dua puluh file vaksin yang diduga palsu pada salah satu tempat penjualan obat di Pekanbaru. Dari sinilah perlu diwaspadai karena jaringan lain masih mengedarkan vaksin yang sama yang belum diketahui jaringannya. Dari dua puluh file tersebut akan diuji tentang kandungannya dan bahan yang dipakai untuk membuat barang tersebut. Dikhawatirkan jika menggunakan bahan berbahaya yang bisa mengancam kesehatan pemakainya.

Dari dua puluh vaksin yang disita, setidaknya terdapat vaksin Anti Tetanus Serum (ATS) sekitar 10 sampul dan vaksin Anti Bisa Ular (ABS) sebanyak 10 file. Vaksin tersebut ditemukan pada Klinik Bunda Medical Center yang bertindak sebagai pemasarnya. Kepala BPOM Riau mengatakan bahwa dari contoh yang disita tersebut berdampak negatif dan sangat berbahaya namun belum jelas dampak yang dihasilkan karena belum ada contoh korban yang pernah memakainya.

Dari sini bisa diketahui masih banyak peredaran vaksin dan serum palsu pada beberapa apotik tidak hanya di Pekanbaru saja karena jaringan yang terlibat dalam usaha ini termasuk jaringan yang besar. Setelah kabar yang beredar tentang vaksin palsu ini polisi dan Kementrian Kesehatan akan lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap obat dan vaksin yang beredar karena jika dibiarkan akan membuat banyak masyarakat menjadi resah.

Baca Juga  Gemar Minum Soda Tingkatkan Risiko Kanker Empedu

Jaringan yang tersebar masih banyak yang belum diketahui maka dari itu dari Kementerian Kesehatan sendiri akan menghimbau pihaknya untuk lebih tegas mengawasi pada daerah masing-masing karena jika sampai lolos dan bisa masuk selama berbulan-bulan akan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat Indonesia. Vaksin tersebut memang diperlukan untuk menangani beberapa masalah yang menjadi tujuannya, maka dari itu jika terkena bisa ular atau tetanus dan menggunakan vaksin palsu tentu akna sangat berbahaya. Tidak menyembuhkan penyakitnya tetapi semakin menambah beban yang dihasilkan.

Dari tertangkapnya kedua tersangka tersebut membuktikan bahwa Indonesia masih rawan terhadap peredaran vaksin palsu. Lengahnya pengawasan dan pencatatan setiap obat-obatan yang beredar membuat tersangka bisa masuk dan mengedarkan dengan bebas. Diharapkan masyarakat perlu memahami cara memilih vaksin atau serum dengan tepat agar terhindar dari masalah yang sama.

Tags: ,

Related to: Warga Pekanbaru Ditangkap Polisi Karena Pemalsuan Serum dan Vaksin