Apakah Virus Rubella Berbahaya? , Begini Penjelasanya

December 3, 2017

Virus rubella merupakan virus yang menyebabkan campak jerman. Anda tentu penasaran apakah virus ini berbahaya atau tidak. Untuk mengetahuinya simaklah ulasan berikut ini.

Virus rubella merupakan salah satu virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Virus ini didiagnosis dapat menyebabkan penyakit campak jerman. Penyakit ini lebih dikenal dengan nama rubella, campak 3 hari, atau german measles.

Ciri umum penyakit rubella yaitu munculnya ruam atau bercak merah pada kulit. Virus ini umumnya mudah berkembang pada daerah tropis, subtropis dan daerah yang memiliki musim semi. Walaupun demikian virus ini tidak akan aktif pada kondisi panas, eter, cahaya, pH asam dan tripsin (enzim).

Campak jerman ini biasanya menyerang anak – anak, namun juga tidak menutup kemungkinan jika penyakit ini dapat menyerang orang dewasa, terutama ibu hamil. Bagi anak – anak penyakit ini tergolong tidak berbahaya, tetapi bagi ibu hamil penyakit ini cukup berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian sang calon anak.

Sebelum mengetahui bahaya virus rubella secara lebih lanjut, sebaiknya anda mengetahui ciri rubella pada bayi atau orang dewasa, diagnosisnya, penyebabnya, penularannya dan pengobatannya.

Penyakit Virus Rubella : Ciri, Diagnosis, Penyebab, Penularan dan Pengobatan

virus rubela

Ilustrasi virus rubela

Untuk mengurangi bahaya dari virus rubella, tentu anda harus tau apa saja ciri – ciri dari orang yang terjangkit virus ini, apa penyebabnya, bagaimana diagnosis, penularan dan pengobatannya. Apabila hal umum tersebut telah diketahui, maka anda akan lebih mudah dalam memberikan penanganan pada pasien yang terinfeksi virus ini.

  1. Ciri Orang yang Terinfeksi Virus Rubella

Tanda tanda ibu hamil terkena virus rubella sama dengan tanda anak yang terinfeksi oleh virus ini. Pada awal infeksi tidak akan memberikan ciri khusus. Namun setelah melewati masa inkubasi yakni 2 – 3 hari pasca infeksi virus, tandanya mulai bermunculan seperti peningkatan suhu tubuh, kepala terasa pening, mata memerah bahkan radang, dan hidung mampet. Setelah 3 hari muncul tanda tersebut, akan mulai muncul ruam merah pada kulit.

  1. Diagnosis Penyakit Rubella

Terdapat beberapa tes untuk mendeteksi virus rubella pada orang dewasa maupun anak – anak. Tes tersebut diantaranya berupa tes darah dan kultur tenggorokan. Tes lain yang juga harus dilakukan adalah tes fisik, hal tersebut untuk mengetahui riwayat kesehatan dari orang yang terinfeksi. Tes tersebut dapat mendeteksi jenis antibody yang di produksi tubuh dan riwayat vaksinasi pasien.

virus rubela pada bayi

Virus rubela pada bayi

  1. Penyebab Infeksi Virus Rubella

Terdapat beberapa penyebab seseorang bisa terinfeksi virus ini, diantaranya adanya kontak langsung dengan penderita rubella, memakan daging dalam kondisi setengah matang, transplantasi organ dengan si penderita rubella, dan yang paling besar potensinya adalah dari ibu hamil kepada anaknya.

  1. Pengobatan Virus Rubella

Pengobatan virus rubella tidak melulu menggunakan obat – obatan, namun umumnya dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, membiasakan istirahat yang cukup, menjaga jarak  dengan teman dan keluarga agar virus tidak menyebar dan proses penyembuhan anda cepat serta periksakan diri anda kepada dokter ahli.

  1. Perbedaan Campak Biasa dengan Rubella

Perbedaan rubella dan campak, diantaranya: campak merupakan penyakit akibat infeksi virus yang dapat menyebar melalui batuk dan bersin – bersin, sedang rubella merupakan penyakit akibat infeksi virus rubella yang penyebarannya bisa melalui sentuhan pada mata, hidung, mulut dan bagian tubuh lain yang sudah terkena lendir dari orang yang terinfeksi.

Tentunya masih banyak hal lain yang ingin anda ketahui tentang virus rubella, mungkin tidak hanya pengobatan rubella saja namun pencegahan dan penanganannya juga. Untuk itu akan lebih baik jika anda konsultasikan dengan dokter dan semoga lekas sembuh!

Artikel Terkait:

Tags: ,

Related to: Apakah Virus Rubella Berbahaya? , Begini Penjelasanya