Defisiensi Adalah?, Penyebab, Gejala dan Dampak

June 11, 2017

Defisiensi adalah sebuah kondisi yang diakibatkan oleh kurangnya asupan  gizi dari makanan yang kita makan sehingga berdampak pada masalah kesehatan. Defisiensi juga dapat disebut dengan istilah kekurangan gizi ataupun malnutrisi. Malnutrisi sendiri terdiri dari defisiensi atau kelebihan dan juga kekurangan gizi. Defisiensi zat gizi inilah yang akan kita bahas dalam artikel kali ini. Mari simak pembahasannya.

Defisiensi adalah

Ilustrasi kekurangan gizi

Penyebab Defisiensi

Defisiensi adalah penyakit kekurangan zat gizi yang dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

  • Kurang asupan dari makanan
    Kurangnya asupan dari makanan dapat menjadi alasan utama terjadinya defisiensi. Walau sebenarnya tubuh juga memiliki cadangan zat gizi seperti lemak dan vitamin larut lemak untuk mencegah penyakit defisiensi zat gizi di kemudian hari, lama kelamaan cadangan zat gizi tersebut juga dapat habis. Kurangnya asupan makanan dapat timbul secara langsung ataupun setelah sekian lama mengidapnya.
  • Sakit
    Sakit dapat menimbulkan terjadinya defisiensi karena dapat mengganggu penyerapan asupan makanan. Contohnya  orang yang mengalami infeksi diare akan menjadi kurus dan penderita penyakit kanker kolon dapat terserang defisiensi zat besi.
  • Kondisi seperti hamil atau sedang menyusui
    Keadaan seperti hamil dan menyusui dapat mengakibatkan penyakit defisiensi zat besi karena kebutuhan ibu akan kandungan makanan bergizi meningkat karena ada janin.
  • Merokok dapat mengakibatkan terjadinya penyakit defisiensi B-12
  • Produktivitas pangan yang rendah
  • Masalah ekonomi seperti kemiskinan dan harga pangan yang terlalu tinggi menyebabkan sebagian orang tidak dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi
  • Perubahan iklim yang ekstrim

Gejala Defisiensi

Gejala defisiensi berbeda-beda tergantung defisiensi zat gizi apakah yang dialami. Seseorang dapat mengalami beberapa gejala namun beberapa orang tidak mengalami. Bahkan beberapa orang yang sering mengalami defisiensi dan mengalami gejala tersebut akan melakukan adaptasi sehingga gejala tersebut seolah-olah dirasakan sebagai kenormalan. Secara umum gejala defisiensi antara lain pucat, kesulitan bernafas, lemah lesu, rambut rontok, suka mengidam makanan, mudah mengantuk, sembelit, jantung berdebar-debar, pingsan, kesemutan, depresi, siklus menstruasi yang tidak normal dan konsentrasi yang buruk.

Dampak Defisiensi

Gejala Defisiensi

Ilustrasi Gejala Defisiensi

Dampak defisiensi yang dapat dialami oleh penderitanya antara lain :

  • Meningkatkan resiko terkena penyakit infeksi
    Contohnya kekurangan protein, energi serta zat gizi mikrosepertii zat besi, zink dan vitamin dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit infeksi.
  • Mengurangi produktivitas
    Kurangnya zat gizi dapat mengakibatkan penurunan fungsi otak sehingga tidak dapat berkonsentrasi selama bekerja.
  • Menurunkan kecerdasan
    Kekurangan yodium pada wanita hamil dan bayi dapat mengakibatkan penurunan IQ sebesar 10-15 poin. Selain itu kekurangan zat besi pada anak usia dibawah dua tahun dapat merusak fungsi otak secara akut bahkan kronis

Selain beberapa dampak yang sudah dipaparkan diatas. Adapula dampak lain yang dapat disebabkan oleh devisiensi. Berikut kami paparkan :

  • Vitamin A: menyebabkan kebutaan dan resiko kematian ibu hamil,
  • Vitamin B-3: menyebabkan pellagra yang ditandai dengan diare, kepikunan atau demensia serta masalah kulit.
  • Vitamin B-6: menyebabkan dermatitis seborroic di sekitar hidung dan wajah
  • Vitamin B1: menyebabkan kerusakan saraf dan otot yang berdampak pada kesehatan jantung. Kekurangan vitamin ini dalam jangka panjang dapat mengakibatkan penyakit beri-beri
  • Vitamin B-9: menyebabkan berat lahir rendah, masalah pertumbuhan dan anemia
  • Vitamin C: menimbulkan penyakit sariawan
  • Vitamin B-12: menyebabbkan gastrektomi dan diabetes
  • Vitamin K: menyebabkan pendarahan spontan
  • Vitamin D: kekuranagn vitamin D pada masa pertumbuhan dapat menyebabakan kependekan (stunted) gangguan pertumbuhan tulang. Pada orang dewasa dapat mengakibatkan osteoporosis sedangkan pada anak-anak dapat menghambat pertumbuhan
  • Kalsium: menyebabkan massa tulang yang rendah dan melemahnya tulang akibat osteoporosis, kejang, detak jantung tidak normal, serta kematian.
  • Zink: menyebabkan kuku lunak atau rapuh dan timbulnya bintik pada kuku

Defisiensi adalah penyakit kekurangan gizi yang dapat ditangani dan dicegah secara mandiri. Pastikanlah asupan gizi Anda terpenuhi dalam makanan yang Anda konsumsi dan apabila masih dirasa kurang, minumlah suplemen makanan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Tag : defisiensi, defisiensi adalah, penyakit defisiensi, defisiansi, difisiensi adalah, devisiensi adalah, devisiensi, penyebab penyakit defisiensi, penyakit defisiensi adalah, difisiensi, 

Artikel Terkait:

Tags: , ,

Related to: Defisiensi Adalah?, Penyebab, Gejala dan Dampak