Gejala dan Bahaya Penyakit Tifus

September 17, 2017

Bahaya Penyakit Tifus – Penyakit tifus merupakan penyakit berbahaya yang perlu diwaspadai. Penyakit ini timb ul karena adanya bakteri salmonela typhi yang masuk ke dalam tubuh penderitanya. Nantinya bakteri ini akan mengganggu sistem pencernaan bahkan mengganggu sistem metabolisme tubuh lainnya.

Banyak orang yang tidak begitu tahu gejala penyakit ini karena hampir sama indikasinya seperti penyakit biasa. Bakteri salmonela typhi tersebut disebarkan oleh lalat atau lingkungan yang tidak sehat.

Itulah mengapa Anda selalu dituntut untuk terus menjaga kebersihan tidak hanya di rumah saja melainkan lingkungan hidup Anda yang lainnya. di bawah ini ada beberapa ulasan mengenai bahaya dan gejala penyakit tifus tersebut.

Bahaya Penyakit Tifus

Sebetulnya penyakit ini tidak terlalu bahaya namun jika tidak ada penanganan serius dalam kurun waktu tertentu akan menyebabkan kehilangan nyawa.

Selain itu gejala dari tifus sendiri juga sangat mengganggu, pada tahap beberapa hari memang terlihat biasa, namun ketika menginjak Minggu kedua akan terasa sangat menyakitkan. Bila tidak segera ditangani akan menyebabkan infeksi pada organ penting seperti otak dan jantung.

Pada perawatan penderita penyakit tips memang akan diberikan obat anti biotik yang akan membantu mengurangi jumlah bakteri tersebut hingga penderita merasa lebih baik. Perhatikan skema penyakit tifus di bawah ini untuk lebih jelasnya.

Gejala yang Dialami Penderita Penyakit Tifus

Penyakit tipes

Minggu 1

Pada Minggu pertama memang belum terlihat bahaya penyakit tifus yang signifikan namun sudah ada beberapa gejala yang timbul seperti badan panas dingin yang terjadi pada waktu tertentu. Biasanya pada sore hari dan dini hari, selain itu masih ada gejala tambahan seperti kepala pusing, badan lemas, sampai tidak nafsu makan. Memang sangat merepotkan namun mau bagaimana lagi karena pada tahap ini orang akan mengira mengidap penyakit ringan seperti flu atau batuk.

Minggu 2

Memasuki Minggu kedua jika tidak ada pertolongan lebih lanjut , penderita akan merasa lebih parah lagi. Kondisi demam bisa terjadi seharian penuh dengan suhu bisa mencapai 40 derajat celsius . Jika Anda mengecek penderita penyakit ini yang sudah sampai Minggu ketiga akan ditandai dengan perut yang terasa kencang serta rasa mual yang tak tertahankan. Walau sudah diberikan obat untuk meringankan gejala tersebut masih tidak terlalu efektif.

Minggu 3

Pada Minggu ketiga biasanya penderita hanya bisa tiduran saja dan tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Penderita akan merasa sangat lemas dengan kepala yang sering pusing. Walau sudah diberi makan pun tidak akan bisa habis banyak, hanya beberapa sendok saja. Pada tahap ini jika tidak diberikan penanganan yang memadai akan menyebabkan infeksi bakteri yang semakin lebih besar lagi..

Minggu 4

Banyak yang mengatakan bahwa Minggu keempat justru memiliki gejala yang sebaliknya dari Minggu-minggu sebelumnya. Penderita akan merasa lebih baik bahkan mirip kondisi saat sehat, walau pada beberapa bagian masih terasa nyeri, nafsu makan pun juga akan kembali.

pada tahap ini memang tahap paling kritis jika sebelumnya belum mendapatkan penanganan yang serius.tahap ini bakteri akan lebih menyebar luas bahkan sampai ke daerah lainnya.

itulah mengapa dokter banyak yang menyarankan untuk terus rutin mengonsumsi obat yang diberikan walau sudah dalam keadaan sehat sekalipun. Jika memang obatnya dirasa sudah habis maka baru bisa menghentikan pengobatan tersebut.

Masih Sering Demam Setelah Mendapat Perawatan dari Rumah Sakit

Pemberian obat antibiotik merupakan cara yang paling efektif untuk menyembuhkan penyakit tifus. Pada saat rawat inap di rumah sakit, antibiotik akan diberikan dalam bentuk suntikan oleh dokter. Hampir semua penderita tifus akan membaik kondisi tubuhnya  setelah mendapat perawatan dirumah sakit selama 3-5 hari. Tubuh akan kembali pulih perlahan bahkan setelah berminggu minggu pasca infeksi hingga benar benar pulih dan dapat dibolehkan pulang.

Gejala tifus misalnya:

  • sakit kepala, nyeri otot
  • sakit perut, diare atau konstipasi
  • nafsu makan berkurang dan,
  • demam

Bisa saja gejala yang dialami berhubungan dengan riwayat tifus yang sebelumnya pernah dialami.

Pasca pemulihan tubuh setelah sakit tifus Usahakan untuk  agar tetap menjalani gaya hidup sehat dan mengkonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter.

  • konsumsi makanan bergizi secara rutin
  • tidak merokok
  • kurangi konsumsi makanan berlemak, terlalu pedas atau asam
  • lebih baik makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering
  • perbanyak minum air putih
  • jaga higiene makanan dan minuman yang dikonsumsi
  • memiliki waktu istirahat yang cukup

Jika gejala belum membaik, disarankan agar diperiksa ke dokter kembali. Dokter akan memberikan pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebab medis yang mendasarinya.  Sehingga dapat dilakukan pemeriksaan fisik dan tes penunjang seperti tes darah atau USG.

Itulah beberapa bahaya penyakit tifus dan gejala yang dialami oleh penderitanya. Selama Anda masih sehat tetap harus menjaga kebersihan lingkungan, bila ada seseorang di sekitar Anda yang mengeluh gejala tersebut bisa langsung memeriksakannya.

Artikel Terkait:

Tags: ,

Related to: Gejala dan Bahaya Penyakit Tifus