Ini 6 Gejala Keracunan Merkuri, Hati Hati Jangan Sampai Berdampak Lebih Parah

26 March 2018 19:19
March 26, 2018

Gejala Keracunan Merkuri adalah salah satu dampak negatif bagi tubuh manusia sebagai bentuk perlawanan system kekebalan tubuh karena masuknya senyawa kimia merkuri ke dalam tubuh sehingga secara otomatis system kekebalan tubuh memberikan perlindungan untuk semua anggota tubuh manusia serta menghasilkan gejala gejala dalam keracunan merkuri.

Merkuri atau air raksa merupakan salah satu senyawa kimia yang termasuk dalam golongan logam berat yang terdiri dari beberapa macam bentuk senyawa yang dapat menghasilkan efek keracunan untuk tubuh manusia.

Jika banyak mendapatkan paparan merkuri atau banyak merkuri yang masuk kedalam tubuh maka akan menyebabkan keracunan merkuri secara serius yang berdampak akan menyebabkan gangguan gangguan kesehatan bagi tubuh manusia karena itulah harus menghindari paparan senyawa merkuri terhadap tubuh manusia.

Gejala Keracunan Merkuri pada Tubuh Manusia

Keracunan Merkuri

Terlalu banyak menerima paparan merkuri atau banyak merkuri yang masuk kedalam tubuh akan menyebabkan dampak negatif bagi tubuh manusia seperti keracunan merkuri yang akan menyebabkan gangguan pada organ tubuh manusia seperti organ tubuh otak, jantung, paru paru, ginjal, system kekebalan tubuh oleh karena itulah jauhi senyawa merkuri pada kehidupan sehari hari karena ternyata merkuri dapat menyebabkan gangguan pada organ organ vital manusia seperti otak dan jantung. Berikut adalah beberapa gejala keracunan merkuri :

  1. Iritasi pada kulit

Salah satu gejala keracunan merkuri adalah terjadinya iritasi kulit, ruam kulit kemerahan, gatal, dan pengelupasan kulit karena kandungan senyawa merkuri sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia maka manusia harus menghindari senyawa keras ini.

  1. Gangguan saraf

Gejala keracunan merkuri yang paling besar yakni dapat mengganggu system kerja saraf manusia karena senyawa merkuri adalah salah satu dari logam yang dapat memberikan kerusakan fatal terhadap organ tubuh manusia terutama saraf manusia oleh karena itu jagalah lingkungan agar tidak terdapat benda benda yang mengandung merkuri sehingga dapat terkontaminasi dengan tubuh manusia. Gejala gangguan saraf tersebut ditandai dengan tanda tanda kesemutan pada tangan, kaki, dan sekitar mulut.

  1. Sistem motorik tubuh

Salah satu gejala yang tidak kalah berbahayanya adalah senyawa merkuri dapat mengganggu system motorik tubuh manusia sehingga membuat berkurangnya kemampuan koordinasi motorik tubuh manusia.

  1. Gangguan penglihatan

Ternyata senyawa merkuri ini dapat juga mengganggu system kerja mata sehingga dapat mengurangi atau hilangnya kemampuan melihat sekeliling serta bisa dikatakan menjadi buta oleh karena itulah senyawa kimia merkuri ini menjadi salah satu senyawa yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia karena jika terkena dengan nya atau terkontaminasi akan berdampak negatif bagi tubuh manusia sehingga akan kehilangan fungsi fungsi anggota tubuh atau organ organ tubuh.

  1. Otot melemah

Hal yang tidak kalah pentingnya dari gejala keracunan merkuri adalah melemahnya system kerja otot tubuh karena kandungan dalam senyawa kimia merkuri ternyata dapat melemahkan fungsi otot tubuh manusia sehingga manusia mengalami keadaan sangat lemas seperti tidak mempunyai tenaga untuk bergerak.

  1. Gangguan sensori motorik

Gejala yang paling banyak ditimbulkan oleh senyawa merkuri ini adalah menciptakan beberapa gejala seperti gangguan berjalan, gangguan berbicara, dan gangguan mendengar karena senyawa ini mengganggu kinerja sistem motorik pada manusia sehingga dapat menimbulkan gejala gejala seperti ulasan sebelumnya oleh karena itulah senyawa kimia ini tergolong senyawa kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia sebab dapat menghasilkan dampak negatif begitu besar.

Tag : cara mengatasi jerawat yang meradang, 

Artikel Terkait:

Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on Pinterest

Tags: , ,

Related to: Ini 6 Gejala Keracunan Merkuri, Hati Hati Jangan Sampai Berdampak Lebih Parah